Cairan di Lambung Positif Alkohol | Aktivis Walhi Sumut Tewas Akibat Lakalantas Tunggal

MEDAN (bareskrim.com) | Tewasnya aktivis wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara, Golfrid Siregar, diduga sementara akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) tunggal.

Setelah ditemukan tak berdaya di Jalan Tritura, persisnya di underpass Titi Kuning, Kamis (3/10/2019) dini hari, barang-barang berharga milik korban seperti laptop, handphone, dompet dan cincin sempat diambil tiga dari lima pelaku.
Namun, tiga pelaku sudah diamankan dan diserahkan ke Ditreskrimum Polda Sumut, sementara dua lagi masih dalam pengejaran. Lima orang ini adalah warga yang sebelumnya memberi pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati untuk mendapatkan perawatan medis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Andi Rian Djajadi mengatakan, ada 16 saksi diperiksa terkait kasus ini. Keterangan pun sudah didapat dari para saksi, mulai dari sebelum ditemukannya korban, saat dan setelah korban ditangani oleh pihak rumah sakit.
“Korban saat itu pamit dari rumah dan pergi ke rumah pamannya di Jalan Bajak I atas nama Kennedy Silaban. Dari sana dia balik pukul 23.50 WIB dan ditemukan di underpass dalam rentang waktu 00.15 s/d 00.30 WIB. Jadi ada 20 sampai 35 menit jarakanya, saat itu hujan kondisi jalan basah,” ujar Andi Rian, saat memberikan keterangan di Polda Sumut, Jumat (11/10/2019).
Andi Rian mengatakan, dari saksi didapati keterangan jika korban keluar rumah mengenakan helm tidak terpasang penuh. Setelah olah TKP dan visum saat korban ditemukan, helm itu berjarak dari posisi korban.
“Ada memar di lengan sebelah kiri. Sepertinya ini tertekan helm yang diletak di tangan. Saksi yang dimintai keterangan ini termasuk istri, paman dan teman ‘minum’ korban. Dari perawat rumah sakit menyebut, mulutnya bau alkohol. Kemudian kita bertemu lagi dua saksi, teman minum sebelum korban jatuh,” terang Andi Rian.
Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini yang ikut saat memberikan keterangan menambahkan, korban saat berada di Rumah Sakit Mitra Sejati mengalami luka pada mulut, kuping dan hidung mengeluarkan darah. Kemudian mata lebam, ada goresan di jari kaki sebelah kanan, siku kiri lebam bukan luka gores.
“Korban kemudian dibawa ke RSUP H Adam Malik. Setelah mendapatkan perawatan beberapa hari di sana, korban dinyatakan meninggal dunia, Minggu (6/10/2019),” kata Juliani.
Beberapa saat kemudian, pihaknya yang melakukan olah TKP mendapat keterangan dari pasangan suami istri, jika saat kejadian ada keramaian warga persis di depan rumahnya. Kemudian pasangan suami dan istri itu melihat ada seseorang tergelatak.
“Saat warga berkerumun, satu becak berputar arah dan membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati. Dari tubuh korban, banyak luka-luka di sebelah kanan, kepala dan dari sisi kendaraan. Kemudian pijakan rem belakang sebelah kanan. Stang kanan mengalami gesekan. Ini dugaannya korban jatuh ke kanan,” terang Juliani.
Fakta baru kematian Golfrid Siregar terungkap. Laboratorium Forensik (Labfor) Cabang Medan yang bermarkas di Polda Sumut menyebut, isi lambung korban ditemukan cairan positif alkohol.
“Kemudian dari lambung kembali diperiksa, tidak ditemukan narkoba dan yang lain. Cairan lambung positif alkohol. Ini enam hari berselang setelah kejadian, masih ada alkohol. Kemungkinan besar, korban mengkonsumsi alkohol cukup banyak sebelum kejadian,” kata Kalabfor Polda Sumut, Kombes Wahyu Mursadi. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *