Terdakwa Sabu Seberat 67,4 Kilo Terbebas Hukuman Mati

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Dua terdakwa kasus tindak pidana penyalgunaan narkotika jenis sabu di Pengadilan Negeri Kualsimpang, dinyatakan terlepas dari tuntutan hukuman mati, Rabu (30/10/2019).

Oleh Hakim PN Kualsimpang Junaidi SH didampingi Fadli SH sebagai Hakim anggota dan Ahmad Sairozi SH sebagai hakim anggota saat membacakan putusan terdakwa MN (41th) dan ES(35th) alias Edi Samurai.

Sebelumnya, kedua terdakwa MN dan ES dituntut oleh jaksa penuntut umum dengan ancaman hukuman mati atas dugaan tindak pidana penyalgunaan narkotika sesuai pasal 114 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009.

Usai dibacakan putusannya, kedua terdakwa pun sujud syukur karena terlepas dari jeratan tuntutan hukuman mati oleh jaksa penuntut umum dan hanya dijatuhi hukuman penjara masing-masing 20 tahun oleh PN Kualasimpang.

Padahal sebelumnya JPU Kejari Aceh Tamiang menuntut keduanya dengan hukuman mati terkait penyelundupan barang haram seberat 65 bungkus sabu-sabu atau seberat 67,4 kilogram.

Hakim persidangan juga sempat menanyakan kepada kedua terdakwa terkait hasil putusan yang telah dibacakan, apakah ada rencana banding atau tidak, kedua terdakwa pun menjawab pikir-pikir dulu, begitu juga jaksa penuntut umum memberikan jawaban yang sama ketika di tanya oleh Hakim persidangan.

Hakim persidangan Junaidi SH juga mengatakan, sidang ini direncanakan akan dilanjutkan kembali setelah tujuh hari terhitung sejak hari ini.

Di samping itu, kuasa hukum kedua terdakwa, Suryawati SH meminta keringanan hukum saja dan tidak meminta kebebasan, namun kedua terdakwa sebelumnya meminta kebebasan atas jeratan hukuman mati, jelasnya.

Mungkin atas pertimbangan semuanya, karena Terdakwa ES tidak mengetahui dan tidak membawa barang bukti tersebut.

Dalam kasus ini kedua terdakwa juga belum menikmati hasil kejahatan dan tidak bertanggung-jawab secara langsung atas keberadaan sabu-sabu asal Malaysia tersebut.

Terkait putusan yang dibacakan oleh Hakim, kami siap menerima apa adanya hasil putusan pengadilan, dan untuk proses banding masih pikir-pikir, pungkasnya. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *