PT SMA Beri Pembelajaran Budidaya Kepala Sawit di Sekolah

LABUSEL (bareskrim.com) | PT. Supra Matra Abadi  (PT.SMA) Kebun Aek Nabara yang merupakan unit bisnis Asian Agri kembali memberikan pembekalan materi tentang budidaya kelapa sawit ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Silangkitang, Desa Sukadame, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, (1/11/2019).

Kegiatan ini merupakan kali ke dua PT SMA memberikan pembekalan materi. Materi kali adalah tentang hama dan penyakit pada tanaman kelapa sawit dan kastrasi. Narasumber materi langsung dibawakan oleh Manager PT SMA Friendky Rumahorbo dan Asisten Heru JF Lingga.

Ikut hadir dalam kegiatan ini Koordinator CSR Asian Agri Sumut dan Humas PT SMA Sumarjono.
Pembekalan materi ini disambut baik oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Silangkitang Dra. Hesti Ermawan.

“Saya menyambut baik program ini karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para siswa dalam budi daya kelapa sawit, selain itu siswa juga dapat langsung menerapkannya pada areal sekolah yang telah ditanam oleh PT. SMA pada tahun 2017 yang lalu,” sambut Dra Hesti Ermawan.

Hesti juga berharap agar hubungan ini terus berlanjut dan hal ini sangat menguntungkan untuk perkembangan pengetahuan siswa dan juga peluang untuk lapangan kerja bagi siswa yang sudah tamat dari SMK ini.

Pada penyuluhan ini disampaikan berbagai materi mulai dari pengenalan jenis-jenis hama, cara mencegah dan mengatasinya, sampai kenapa harus kastrasi dan langsung di praktekkan ke areal kelapa sawit sekolah.

Manager PT SMA Friendky Rumahorbo menyampaikan, tahun 2017 PT SMA Kebun Aek Nabara telah menanam sebanyak 108 pokok kelapa sawit dan dirawat oleh perusahaan sampai panen dan setelah itu akan diserahkan kepada pihak SMK Negeri 1 Silangkitang sebagai tempat peraktek.

“Pembekalan materi budidaya kelapa sawit untuk siswa kita harapkan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi siswa SMK N 1 Silangkitang. Tahun 2017 sudah kita bangun Sekolah Sawit Lestari, pertengahan tahun 2020 akan panen. Cara pemeliharaan dan prakteknya kita ajari ke siswa sehingga mereka dapat menerapkannya ke masyarakat. Beberapa waktu yang lalu sudah kita ajari tentang pengendalian gulma dan pemupukan. Harapan kedepannya siswa juga dapat membagi ilmunya ke orang tua ataupun masyarakat sekitarnya sehingga cara-cara budidaya sawit yang baik dan benar dapat diketahui dan diterapkan oleh masyarakat,” ujar Frindky.

Asisten PT SMA Heru JF Lingga, Heru menjelaskan, materi yang diberikan dengan cara partisipatif dimana siswa ikut aktif dalam pembelajaran. Terlihat siswa-siswi mendengar, bertanya bahkan berargumen dalam pembelajaran.

“Identifikasi jenis hama dan penyakit kelapa sawit penting dilakukan untuk melakukan pencegahan dan penanganannya. Kastrasi kita lakukan dari saat tanaman kelapa sawit mulai berbunga 30% dari total pokok sampai umur 5-6 bulan sebelum panen. Ini bertujuan untuk mengalihkan unsur hara untuk produksi buah yang tidak ekonomis ke pertumbuhan vegetatif, selain itu juga memperkuat pokok, buah akan lebih besar saat panen dan seragam, menghambat serangan hama dan penyakit, dan memudahan pekerjaan saat panen,” jelas Heru.

Setelah materi di dalam kelas, siswa di ajak ke lapangan. Di lapangan siswa dibekali cara melihat serangan hama pada tanaman kelapa sawit dan melakukan kastrasi yang dipraktekan oleh PT SMA. Beberapa orang siswa juga ikut melakukan kastrasi. Terlihat antusias siswa mengikuti pembekalan materi oleh PT SMA. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *