Rentang Waktu Sepekan | Ditresnarkoba Poldasu Ungkap Jaringan Narkoba Internasional

MEDAN (bareskrim.com) | Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut kembali ungkap jaringan narkoba internasional dalam rentang waktu sepekan. Dari pengungkapan itu, 6 orang ditangkap dengan barang bukti mencapai miliaran rupiah.

Pengungkapan ini dipaparkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, di halaman Gedung Ditresnarkoba Polda Sumut, Selasa (26/11/2019).
Para tersangka merupakan jaringan internasional Malaysia, Aceh dan Medan. Dari jaringan ini, petugas sita sabu sebanyak 46 Kg lebih, pil ekstasi 3.000 butir dan serbuk pil ekstasi 811 gram.
“Pengungkapan ini seminggu yang lalu. Ditresnarkoba Polda Sumut berhasil ungkap peredaran jaringan narkoba internasional. Sampai saat ini masih didominasi jaringan Malaysia, Aceh, Medan,” ucap Agus dalam paparannya kepada awak media.
Di hadapan rombongan Komisi III DPR RI, yang dipimpin Hinca Panjaitan, Wakapolda Sumut, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, Direktur Resnarkoba Polda Sumut, Kombes Hendri Marpaung, dan pejabat utama Polda Sumut lainnya, Agus tak memungkiri jika Sumut masih menjadi tempat peredaran narkoba.
“Memang Sumatera Utara tak hanya menjadi jalur lintas, tapi juga tempat transit dan peredaran narkoba,” katanya.
Para tersangka ditangkap dari berbagai lokasi, yang berawal di jalan lintas Sumatera Utara, Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada Kamis 7 November 2019.
Disini, petugas tangkap dua tersangka Is alias Aseng, dan EL alias Eko saat mengendarai mobil Panther warna silver BM 1399 JQ. Dari keduanya, polisi sita 10 Kg lebih sabu.
Dari pengakuan keduanya, pengembangan dilakukan dan tangkap tersangka lainnya, Az di pintu masuk tol Helvetia Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, pada Selasa 12 November 2019 lalu.
Tersangka yang mengendarai mobil Terios hitam BL 1087 PG sedang membawa narkotika golongan satu. Di dalam mobil tersangka, petugas temukan 3.000 butir pil ekstasi dan serbuk ekstasi yang dikemas dalam 8 bungkusan dengan total berat 811 gram.
Rangkaian lain pun dibongkar. Petugas kembali bekuk tersangka lainnya, SMJ dan Sa di pintu masuk tol Binjai Kota Binjai, Senin 18 November 2019. Dari keduanya yang mengendarai Avanza hitam BL 1180 UL petugas temukan 30 Kg sabu.
Dari pengakuan keduanya, ditangkap tersangka lainnya, ES alias Edy, saat tengah mengendarai sepeda motor Honda CB150R hitam BK 5014 SAG, di Dusun I Desa Tiang Layar Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang, Rabu 20 November 2019 lalu. Dari tangannya, petugas amankan 6 Kg lebih sabu.
Salah seorang tersangka, Az mengaku, jika keterlibatannya dalam jaringan narkoba ini hanya sebagai kurir.
“Ini yang ketiga kali Pak, dua kali berhasil. Yang pertama dikirim ke Banda Aceh, yang kedua dikirim ke Medan dan ketiga yang sekarang ini juga dikirim ke Medan. Sekarang ini ditangkap,” akunya.
Para tersangka dijerat dengan pasal Tindak Pidana Narkotika Pasal  114  Ayat (2) dan atau  Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *