Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Kunjungi Lokasi Perbelanjaan di Medan Tinjau Lonjakan Harga Sembako

MEDAN (bareskrim.com) | Guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin bersama Pangdam I/ Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI MS Fadhilah mengunjungi sejumlah lokasi pusat perbelanjaan di Kota Medan, Senin (23/12/2019).
Kedatangan Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB juga turut didampingi Wakapolda Sumut, Brigjen Mardiaz Kusin Dwihananto, Sekda Pemprov Sumut, Sabrina, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto, Dandim 0201/BS, Kolonel Inf Roy Hansen J Sinaga, dan personel lainnya.
Informasi diperoleh, awalnya pusat perbelanjaan yang didatangi yakni Pasar Petisah di Jalan Gatot Subroto Medan. Di sana, Kapolda dan Pangdam mengecek langsung ke para pedagang mengenai ketersediaan dan harga pangan.
Setelah dari sana, Kapolda Sumut beserta rombongan mendatangi pusat perbelanjaan modern di Pasar Berastagi Jalan Imam Bonjol Medan. Di sana, Kapolda melihat langsung sejumlah komoditas yang kebutuhan bahan pokok masyarakat.
“Ini untuk menjaga stabilitas harga, sehingga tidak ada spekulan-spekulan yang memanfaatkan kegiatan masyarakat di hari raya besar (Natal dan Tahun Baru) dengan sengaja menimbun bahan pangan yang mengakibatkan bahan pangan berkurang,” ungkap Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin kepada awak media.
Lebih lanjut, dikatakannya Polda Sumut beserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Sumut juga akan membentuk Satgas Pangan. Hal ini agar tidak ada spekulan yang memanfaatkan situasi, misalnya sengaja menimbun bahan pangan yang mengakibatkan di pasar berkurang.
“Kita harapkan terjaga stabilitas harga pangan di pasar-pasar kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Provsu, R Sabrina mengatakan, saat sidak dia menanyakan beberapa komoditas utama yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat yang biasanya menjadi pemicu inflasi. Menurutnya, hingga saat ini harganya masih stabil.
“Kalaupun terjadi kenaikan tidak terlalu banyak dan ini kita melihat pada sisi ketersediannya,” katanya.
Ia menerangkan, secara angka, stoknya masih cukup, begitu juga setelah dilakukan pengecekan di lapangan, hasilnya masih sesuai dengan laporan tertulis yang diterima. Untuk itu, dia berharap harga kebutuhan masyarakat bisa tetap stabil.
“Petani, pedagang dan peternak tetap untung tapi masyarakat juga masih mampu menjangkaunya. Itu yang kita harapkan dari sini,” katanya.
Ia melanjutkan, sebagaimana biasanya menjelang Natal dan Tahun Baru, permintaan selalu meningkat. Namun harganya bisa stabil karena ketersediannya masih mencukupi pertumbuhan demand dari masyarakat.
“Ada yang kita datangkan dari luar, misalnya bawang itu dari Brebes, karena kita baru 40% produksi dari kita di sini,” katanya.
Sabrina menambahkan, mendatangkan bawang merah dari Brebes masih wajar karena jika semuanya dipenuhi sendiri, maka perdagangan tidak terjadi. Seperti halnya, kata dia, ada beberapa produksi dari Sumut yang dikirim antar pulau lainnya.
“Minyak goreng di sini kan surplus. Kita masukkan ke daerah yang bukan produsen,” tandasnya. (amri/B/rel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *