Polda Sumut Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi DBH PBB Labura dan Labusel

MEDAN (bareskrim.com) | Penyidik Subdit III/Tipidkor Direktorat Reskrimsus Polda Sumut menetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi Dana Bagi Hasil Pajak Bumi dan Bangunan (DBH PBB) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).

“Sudah ada lima tersangka, yakni dua dari Labusel dan tiga dari Labura,” terang Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana, Rabu (15/1/2020).
Rony menjelaskan, untuk Kabupaten Labusel, kedua tersangka itu masing-masing berinisial MH, merupakan Kepala Dinas Pendapatan dan juga SL, Kabid Pendapatan tahun 2016.
Sedangkan untuk Kabupaten Labura, masing-masing AFL, merupakan Kepala DPKD Labura tahun 2013, FID Kepala DPKD tahun 2014, dan AP Kabid Pendapatan tahun 2013, 2014, dan 2015.
“Saat ini kasusnya sedang kita kembangkan secara maksimal,” ujarnya.
Rony mengaku, pihaknya sudah melayangkan surat panggilan pertama bagi kelimanya untuk kehadiran Senin (13/1/2020). Namun, kelimanya tidak menghadiri sehingga akan dilanjutkan dengan panggilan kedua.
“Panggilan kedua akan kita lakukan, kalau tidak hari Kamis atau Jumat ini,” katanya.
Sementara, disinggung apakah kasus ini dapat mengarah ke Bupati Labura dan Labusel, Rony tidak mau berspekulasi. Dia hanya menegaskan, secara proporsional akan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti terlebih dahulu.
“Jadi, hal tersebut tergantung dari perkembangan hasil penyelidikan yang dilakukan,” imbuhnya.
Rony menambahkan, untuk saksi dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang.
Masing-masing saksi tersebut untuk Kabupaten Labura sebanyak 12 orang, dan Kabupaten Labusel sebanyak 10 orang.
Sebelumnya, Rony mengatakan, pihaknya telah mendapatkan data atas kerugian negara yang disebabkan penyelewengan DBH PBB Labura dan Labusel hingga berlanjut dengan penetapan tersangka kasus itu.

“Sudah kita temukan kerugian negara karena kasus itu. Doakan saja semoga kasus ini cepat selesai,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *