Dipanggil Tak Hadir | Polda akan ‘Bawa Paksa’ Lima Oknum Pejabat Terduga Korupsi DBH PBB di Labura dan Labusel

Kelimanya adalah, MH, Kepala Dinas Pendapatan dan SL, Kabid Pendapatan Kabupaten Labusel tahun 2016. Sedangkan untuk Kabupaten Labura, masing-masing AFL, Kepala DPKD tahun 2013, FID Kepala DPKD tahun 2014, dan AP Kabid Pendapatan tahun 2013, 2014, dan 2015.
Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, kelima tersangka tersebut sebelumnya tidak menghadiri panggilan kedua yang telah dilayangkan penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut pada  (17/1/2020). Untuk panggilan pertama, dilakukan pada (13/1/2020), dan kelimanya juga tidak hadir.
“Karena itu, kelimanya akan dilakukan panggilan ketiga yang disertai dengan surat perintah membawa,” tegas MP Nainggolan kepada awak media, Senin (20/1/2020).
Namun, MP Nainggolan mengaku, pihaknya belum menentukan waktu membawa paksa tersebut. Penyidik masih melakukan proses penyelidikan. “Untuk jadwalnya saya belum tahu,” tandasnya.
Terpisah, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana membenarkan kelima tersangka dugaan korupsi DBH PBB tidak menghadiri panggilan kedua. Dia berencana melayangkan surat membawa paksa dalam kurun waktu dua pekan ke depan.
“Rencananya akan dilakukan dalam 2 minggu mendatang,” ujarnya.
Sebelumnya, Rony mengatakan, pihaknya telah mendapatkan data atas kerugian negara yang disebabkan penyelewengan DBH PBB Labura dan Labusel sehingga dilakukan penetapan tersangka.
“Sudah kita temukan kerugian negara karena kasus itu. Doakan saja semoga kasus ini cepat selesai,” pungkasnya.
Rony juga menyebutkan, untuk saksi dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak 22 orang. Masing-masing saksi tersebut untuk Kabupaten Labura sebanyak 12 orang, dan Kabupaten Labusel sebanyak 10 orang.
Sementara itu, disinggung apakah kasus ini dapat mengarah ke Bupati Labura dan Labusel, Rony tidak menampiknya. Dia menegaskan, secara proporsional pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti lanjut terlebih dahulu.
“Jadi tergantung dari perkembangan hasil penyelidikan,” tukasnya. (amri/B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *