Aksi Unjuk Minta Polisi Tangkap Masinton Pasaribu

MEDAN (bareskrim.com) | Ratusan massa dari Aliansi Mahasiswa Pelajar Masyarakat Sumatera Utara meminta polisi menangkap anggota DPR dari PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu terkait tuduhannya menyebut Komjen Agus Andrianto mengintervensi kasus penculikan di Tapanuli Tengah (Tapteng).

Mereka menyampaikan tuntutan itu dalam aksi unjuk rasa di depan gedung Mapolda Sumatera Utara, Jumat (7/2/2020).

Massa terdiri dari beberapa elemen pelajar dan mahasiswa antara lain, PKC PMII Sumut, PW HIMMAH Sumut, PW IPM Sumut, dan PW IPNU.

Mereka membawa poster berukuran besar bergambar Masinton Pasaribu, yang di sampingnya ada seorang wanita, yang terlihat sedang menangis dan mata lebam bertuliskan ‘Ini adalah Dugaan Penculikan dan Penganiayaan yang Dilakukan oleh Masinton Pasaribu’ kemudian poster bertuliskan ‘Masinton Bertobatlah Jangan Jadi Penyebar Hoax.’

Dalam pernyataan sikapnya, massa mendesak Kapolda Sumut untuk menangkap dan memeriksa Masinton Pasaribu terkait pernyataannya yang dinilai arogan, tendensius dan tidak berdasar. Dia diduga menyampaikan fitnah terkait berita penculikan di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kita juga minta Kapolda Sumut untuk menangkap dan memeriksa Masinton Pasaribu

Apalagi Masinton Pasaribu menuding Kabaharkam Polri, Komjen Agus Andrianto memberikan atensi untuk tidak mengembangkan perkara penculikan di Tapteng.

“Kita meminta Kapolda Sumut menindak tegas para pelaku fitnah dan menyebarkan berita bohong (hoax), tangkap dan periksa semua pemilik akun yang diduga menyebarkan fitnah di face book grup Tapanuli Tengah Bersatu untuk Perubahan, karena sesuai dengan motto Kapolda Sumut tiada tempat bagi penjahat di Sumut. Kita juga minta Kapolda Sumut untuk menangkap dan memeriksa Masinton Pasaribu,” kata koordinator lapangan Awaluddin Nasution.

Massa aksi diterima Kompol Elisabeth dari Bidang Humas Polda Sumut. Dia berjanji akan menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa kepada pimpinannya.

Kasus dugaan penculikan di Kabupaten Tapteng terhadap Ametro Adeputra Pandiangan sudah ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Polda menarik kasus ini dari Polres Tapanuli Tengah dan terdapat dua penanganan kasus yang berbeda.

Pertama, terkait dengan keberadaan narkoba yang kabarnya didapat dari Ametro Adeputra Pandiangan ketika dilakukan penggeledahan dan kedua terkait penculikannya.

Ametro Adeputra Pandiangan, diculik pada Jumat 10 Januari 2020. Dia sempat ditendang, dipukul dan tangannya juga diborgol, kemudian dites urine dan ditahan dua hari di Mapolres Tapanuli Tengah. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *