8 Kg Ganja Kering Dibakar di Mapolsek Patumbak

MEDAN (bareskrim.com) | Sebanyak 8 (delapan) Kg ganja kering yang disita dari dua tersangka, di Loket Bus Makmur Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Harjo Sari II, Kecamatan Medan Amplas, Sabtu (28/12/2019) lalu, dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan dilakukan di halaman Mapolsek Patumbak, Kamis (13/2/2020). Semua barang bukti dimasukkan ke dalam drum besi, lalu dibakar.

“Barang bukti 8 bungkus plastik besar ganja itu telah ditimbang dengan berat 8.000 gram. Kemudian disisihkan sebanyak 89,44 gram untuk dijadikan sampel di Labfor Polri cabang Medan. Selanjutnya sisanya dimusnahkan,” kata Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Gindo Manurung.

Iptu Gindo mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan itu disita dari MSP (43), warga Lubuk Bayah Desa Saumah Jaya, Kecamatan Ranto Peurelak, Kabupaten Aceh Timur dan HE (42), warga Dusun III Lubuk Bayah, Desa Saumah Jaya, Kecamatan Peurelak, Kabupaten Aceh Timur.

“Saat itu kami mendapatkan informasi dua laki-laki membawa ganja tengah berada di loket Bus Makmur. Sampai di lokasi, anggota mendapati seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan,” sebut Iptu Gindo.

Kepada personel, HE mengaku hendak berangkat ke Dumai untuk mencari pekerjaan bersama rekannya, MSP yang saat itu berada tidak jauh dari posisinya. MSP saat itu sedang berbaring dengan tas koper warna digunakan sebagai bantal.

“Kemudian anggota mendekati MSP dan menggeledah keduanya. Dari tersangka HE kami mendapatkan uang Rp 200.000 yang dia dapat dari tersangka MSL untuk ongkos ke Dumai,” terang Iptu Gindo.

Lanjut Iptu Gindo, anggota menyuruh MSP untuk membuka koper warna merah tersebut dan mendapati 8 bungkus plastik besar ganja. Kedua tersangka berikut barang bukti itu kemudian dibawa ke kantor polisi untuk proses lebih lanjut.

“Kedua tersangka kita jerat UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman¬†di¬†atas lima tahun penjara,” pungkas Gindo.

Pemusnahan ‘barang haram’ tersebut turut juga disaksikan dari pihak Kejaksaan Negeri Medan, Elvina Sianipar. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *