Kasus Billing Hotel | Enam dari 21 Anggota DPRD Nisel telah Diperiksa Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Penyidik Subdit 3/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut telah memeriksa sedikitnya 6 anggota DPRD Nias Selatan (Nisel) periode 2014-2019.

Ke-6 anggota legislatif tersebut diperiksa terkait dugaan korupsi billing hotel yang terjadi pada tahun 2018 lalu di salah satu hotel, di Kota Medan.

Informasi diperoleh, dugaan kasus manipulasi tersebut berawal dari laporan direktur hotel melaporkan manajer keuangan terkait indikasi mengeluarkan booking fiktif untuk 21 anggota DPRD Nisel.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan mengatakan, dari 21 anggota DPRD Nisel periode 2014-2019, baru 6 yang telah memenuhi panggilan. Namun, MP Nainggolan enggan membeberkan identitas ke-6 anggota dewan yang diperiksa penyidik tersebut.

“Dari 21 orang, baru 6 yang hadir,” kata MP Nainggolan kepada awak media, Rabu (26/2/2020).

Disebutkan dia, 6 wakil rakyat itu datang pada Senin dan Selasa (24-25/2/2020) kemarin, secara bertahap.

“Senin ada 3 orang datang, lalu hari Selasa juga 3 orang untuk memenuhi panggilan penyidik,” sebut MP Nainggolan.

Menurutnya, status keenam anggota dewan itu masih sebagai saksi. Penyidik masih dalam tahap memintai keterangannya.

“Hari ini (kemarin, red) juga ada jadwal pemanggilan kepada yang lain, namun tidak ada yang hadir. Untuk status perkara masih tahap lidik (penyelidikan),” terangnya.

Disinggung mengenai kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tersebut, MP Nainggolan mengaku belum dapat menyimpulkan. Berdasarkan informasi didapat, dugaan billing fiktif itu dikabarkan untuk menginap selama 3 hari.

“Berapa jumlahnya belum bisa disimpulkan karena masih proses penyelidikan. Nanti ketika proses naik ke penyidikan maka akan diketahui,” pungkasnya. (amri/B)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *