Kapolres Tj Balai : Dalam Tempo 10 Jam, Tersangka Pembunuhan dan Pemerkosaan Ditangkap

TanjungBalai (Bareskrim.com) | Dalam Tempo 10 Jam, Sat Reskrim Polres Tj Balai berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang disertai pemerkosaan terhadap korban pelajar bernama Bunga (nama samaran) berusia 14 tahun.

Dalam pengungkapan ini, tersangka diketahui masih berusia 16 tahun berinisial S Alias P wsrga Jalan DI. Panjaitan Gg. Peringgan kel. Pasar baru kec. Sei tualang raso Kota Tanjung Balai.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil lidik yang dilakukan oleh tim dengan melakukan pengambilan baket terhadap saksi-saksi meliputi tetangga korban, pemilik warnet serta saksi-saksi lainnya di sekitar TKP (tempat kejadian perkara).

“Dari hasil lidik, diperoleh fakta tentang adanya keberadaan satu orang anak bernama S Alias P pada Sabtu tanggal 7 Maret 2020 sekira pukul 04.00 Wib berada disekitaran rumah tempat tinggal korban Bunga. Kemudian oleh petugas mengembangkan fakta tersebut dengan melakukan pencarian keberadaan S Alias P, hingga akhirnya S alias P berhasil ditemukan di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari TKP,” kata Kapolres AKBP Putu, Minggu (08/3/2020).

Kemudian lanjut Kapolres menerangkan, terhadap tersangka diinterogasi oleh penyidik mengenai keberadaannya pada dini hari dan tersangka akhirnya mengakui bahwa dia adalah pelaku yang telah menyetubuhi dan membunuh korban.

“Berdasarkan keterangan dari tersangka S alias P, bahwa pada hari Sabtu tanggal 7 Maret 2020 sekira pukul 03.30 Wib, dirinya keluar dari warnet dekat lokasi kejadian menuju rumah tempat tinggal uaknya yang posisi rumahnya tepat berada di samping rumah korban. Setiba dirumah uaknya, tersangka sempat makan dan pada pukul 04.00 Wib tersangka keluar dari rumah. Nah pada saat keluar dari rumah uaknya, timbul niat tersangka untuk menyetubuhi korban, dan selanjutnya tersangka kemudian mengambil sendok semen yang ada disamping rumah uaknya,” terang Kapolres.

Lalu setelah tersangka berhasil mengambil sendok semen, tersangka kemudian berjalan menuju pintu dapur rumah tempat tinggal korban.

“Sendok semen yang dipegang ditangan kanan tersangka kemudian dipergunakannya untuk mencongkel celah daun pintu lalu menggerakkan kunci kayu yang modelnya dapat berputar sehingga daun pintu dapat terbuka,”jelas Kapolres.

Setelah pintu terbuka, Kata Kapolres, tersangka masuk ke dalam rumah korban dengan melintasi dapur, ruang tamu hingga akhirnya tersangka masuk ke kamar tidur korban. Dan sesaat sebelum masuk ke kamar tidur korban, tepatnya saat posisi tersangka berjalan di melintasi ruang tamu, tersangka sempat melihat Ayah dan Ibu serta dua adik korban sedang dalam keadaan tidur di depan televisi.

“Ketika berhasil masuk ke dalam kamar tidur korban, tersangka melihat korban sedang tidur di atas tilam springbed dengan menggunakan baju kemeja dan celana pendek, oleh tersangka kemudian merebahkan tubuhnya disamping tubuh korban lalu tersangka mengambil sebuah bantal yang ada di dekat springbed. lalu bantal tersebut dihimpitkan tersangka dengan keras ke wajah korban, hingga akhirnya korban terbangun dan meronta melakukan perlawanan. Tersangka kemudian mencekik dengan keras leher bagian depan korban menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanan tersangka meninju daerah pipi kiri dan mulut korban sebanyak 5 kali pukulan sehingga korban tidak lagi meronta melakukan perlawanan dan diduga telah meninggal dunia,” beber Kapolres.

Korban yang telah tidak sadarkan diri, kemudian menyetubuhi korban dan setelah itu tersangka melarikan diri.

“Tersangka sempat beralibi dan berbelit belit. Namun berkat keuletan petugas kita dan dilengkapiĀ  dengan keteranganĀ  saksi-saksi di lapangan, semua alibi yang diberikan oleh pelaku dapat dipatahkan dan akhirnya tersangka menyerah dan mengakui perbuatannya,” pungkas Kapolres. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *