Seorang Dari Kelompok Jaringan Narkoba Malaysia-NAD-Sumut Tewas Ditembak

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Ditresnarkoba Polda Sumut menembak mati salah seorang kelompok jaringan narkoba Malaysia-NAD-Sumut.

Zul, terpaksa ‘dihabisi’ lantaran berusaha melarikan diri saat dibawa pengembangan mencari teman-temannya, di seputaran Jalan Sei Mencirim Medan.

Selain Zul, 4 (empat) anggota jaringannya turut diamankan yakni, Mu, MJ, Sy alias Din dan MY. Mereka ditangkap secara terpisah.

“Ke lima tersangka ini merupakan jaringan Malaysia-Nangroe Aceh Darusalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) khususnya Medan. Dari mereka disita barang bukti 16,784 Kg sabu dan pil ekstasi 11.000 butir,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin saat memaparkan kasus itu di depan instalasi jenazah RS Bhayangkara Medan, Senin (9/3/2020).

Didampingi Direktur Resnarkoba Kombes Robert Da Costa, Kabid Propam AKBP Donald P Simanjuntak, Kabid Humas Kombes Tatan Dirsan Atmaja dan sejumlah pejabat utama, Martuani Sormin mengatakan, selain kelompok Zul, juga ditangkap kelompok jaringan Malaysia-Riau dan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yakni RTS alias Duan dan FAJN alias Feri. Dari keduanya disita barang bukti sabu 5.740,5 Kg.

“Kedua kelompok jaringan ini dapat ditangkap berkat bantuan informasi masyarakat terhitung sejak Januari hingga awal Maret 2020,” katanya.

Dijelaskan Kapolda, berawal pada 13 Januari 2020 sekira pukul 13.25 WIB, di Jalan Ir Juanda Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia tepatnya di kamar 252 Hotel Pardede Internasional, tim dari Subdit 3 unit 3 Ditresnarkoba menangkap Mu dan MJ. Dari mereka disita 2,940 Kg sabu dilanjutkan penggeledahan di rumah Mu di Jalan Klambir V Gang Abadi Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia dan disita lagi barang bukti 3,844 Kg sabu dan pil ekstasi 11.000 butir.

Dari pengembangan pada Kamis 27 Pebruari 2020 sekira pukul 15.30 WIB, ditangkap lagi Sy alias Din saat nyantai di cafe A Jalan Sisingamangaraja (Teladan) Medan, dengan barang bukti 5 Kg sabu.

“Tersangka Sy alias Din mengaku ada lagi dua temannya membawa sabu di Jalan Abdul Haris Nasution Medan pada Kamis 6 Maret 2020 sekira pukul 12.50 WIB, kemudian berhasil menangkap Zul dan MY. Dari mereka disita 1 bungkus paperback berisi 5 bungkus kemasan teh cina warna hijau merk Guan Yin Wang dengan berat 5 Kg sabu,” jelas Kapolda.

Namun, ketika dilakukan pengembangan mencari teman-temannya di Jalan Sei Mencirim Medan, Zul mencoba melarikan diri sehingga dengan terpaksa ditembak mati petugas.

Disebutkan, Subdit I unit 2 pada Sabtu 22 Pebruari 2020 sekira pukul 12.56 WIB di jalan lintas barat Lopian Badiri Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dilakukan penangkapan terhadap RTS alias Duan, dengan barang bukti 1 Kg sabu.

Lalu dilakukan pengembangan dan Minggu 23 Pebruari 2020 sekira pukul 15.00 WIB, di Dusun I Desa Padang Maninjau Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu, berhasil menangkap FAJN alias Feri, dengan barang bukti 4,740,5 Kg sabu.

“Para tersangka dipersalahkan melanggar Pasal 114 ayat (2) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 Miliar,” jelas Kapolda. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *