Polda Sumut Gagalkan Perdagangan BBM Ilegal

MEDAN (bareskrim.com) | Upaya perdagangan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang diangkut menggunakan truk dari Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi NAD ke Medan pada Sabtu (29/2/2020) lalu digagalkan personel Ditreskrimsus Polda Sumut.

“Ketika kita hentikan, sopir truk tidak bisa memperlihatkan izin usaha pengangkutan bbm tersebut. Rencananya, bbm ilegal itu akan dibawa ke Kecamatan Medan Marelan,” terang Wadir Reskrimsus Polda Sumut, AKBP Bagus Suropratomo didampingi Kasubbid Penmas Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Kamis (12/3/2020).
Kata Bagus, penangkapan itu dilakukan atas informasi masyarakat. Polisi kemudian melakukan penghadangan terhadap truk Colt Diesel nomor polisi BL 8595 Y saat melewati Gerbang Tol Megawati, Binjai Timur.
Ketika dimintai menunjukkan dokumen izin niaga dan pengangkutan BBM sebanyak 48 drum setara dengan 9.600 liter tersebut, sopir truk berinisial M (35), warga Desa Blang Seupang, Bireuen, NAD tidak bisa menunjukkannya sehingga langsung diamankan ke Mapolda Sumut.
Kepada polisi, sopir truk mengaku BBM jenis solar itu berasal dari penambang secara tradisional yang dilakukan masyarakat Desa Alu Puno, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi NAD.
“Pemilik bbm itu inisial Y (28), warga Dusun Tgk Keujruen, Desa Blang Seupeung, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, Aceh. BBM tersebut tujuannya ke Medan Marelan,” ungkap Bagus.
Ditanya soal tindakan terhadap pemilik dan calon penadah BBM ilegal tersebut, Bagus menyebut, masih dalam proses pengembangan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian NAD untuk menyelidiki pemiliknya.
“Masih terus kita dalami dan kembangkan,” pungkasnya.
Polisi menyita barang bukti truk Colt Diesel warna kuning BL 8595 Y, tiga lembar salinan bon faktur kuning, 48 drum solar dan satu buku uji berkala kendaraan bermotor.
Terhadap sopir dan kernet tersebut tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun. Polisi menerapkan Pasal 53 huruf b dan huruf d UU RI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *