HeadlineIndeksKriminalitas

LBH Gelora Surya Keadilan: Pelaku Pungli harus Ditindak

Dugaan Pungli di Pergudangan Avian Pekanbaru Resahkan Pengusaha

PEKANBARU (bareskrim.com) | Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gelora Surya Keadilan menyoroti praktek pungutan liar (pungli) yang akhir-akhir ini meresahkan pengusaha di Pekanbaru, Riau.

Seperti halnya baru-baru ini terjadi di pergudangan Avian Pekanbaru, dugaan pungli dialami pengusaha distributor PT Victory, (25/4/2020).

Barang angkutan berupa minyak goreng tak dapat dibongkar ke pergudangan dikarenakan oknum-oknum mengaku SPSI mematok biaya bongkar muat bernilai jutaan rupiah.

“Informasi yang diperoleh, patokan biaya bongkar muat yang diminta oknum-oknum mengaku SPSI mencapai satu juta rupiah, dinilai telah memberatkan pengusaha. Ini sudah masuk katagori kasus tindak pidana pemerasan dan premanisme. Dan juga telah mengangkangi Peraturan Walikota Pekanbaru No 42 tahun 2018 tentang Tarif Bongkar Muat,” sebut Ketua Gelora Surya Keadilan Surya Adinata SH MKn kepada awak media, Sabtu (25/4/2020).

Diakui Surya, sapaan akrabnya, kegiatan bongkar muat memang sudah diatur dalam Peraturan Walikota Pekanbaru nomor 42 tahun 2018. “Di dalam peraturan tersebut sudah ditetapkan jumlah tarif bongkar muat. Namun prakteknya di lapangan, peraturan itu tak dijalankan oleh oknum-oknum tenaga kerja bongkar muat. Jumlah rupiah yang ditarifkan sesuka hati saja tanpa mengindahkan peraturan,” beber Surya.

Surya mengharapkan, dugaan pungli di pergudangan Avian Jalan Arengka 2 blok EE 3 dan 4 Kota Pekanbaru yang sempat viral di media sosial ini dapat menjadi perhatian aparat hukum. “Agar pelaku-pelaku premanisme di pergudangan tersebut ditindak sesuai hukum yang berlaku,” mintanya.

Sementara itu, Ketua Forda UKM Riau Hendrik juga angkat bicara menyikapi praktek dugaan pungli yang kerap terjadi di pergudangan Avian.

“Diharapkan dilakukan penindakan oleh aparat-aparat hukum dan Pemko Pekanbaru dengan turun ke lapangan. Praktek pungli seperti ini tidak dapat dibiarkan mengingatkan saat ini terjadi musibah wabah virus Corona (Covid – 19) yang telah mempengaruhi roda perekonomian,” ucapnya.

Ia membeberkan, pelaku usaha sejak awal untuk muat barang sudah dikenakan biaya muat barang dan sampai tempat tujuan barang juga kena biaya bongkar barang. “Bila barang retur mau kena biaya muat dan bongkar lagi. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor membuat harga melambung tinggi,” ungkapnya.

Jika terus dibiarkan, cetus Hendrik, maka akan berdampak pada terhambatnya distribusi barang-barang kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Corona. “Aparat hukum harus segera bertindak cepat,” mintanya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button