Pagar Pembatas Lahan Dirusak | Maslina Barus Minta Penegak Hukum Menindaklanjuti Laporannya

MEDAN (bareskrim.com) | Maslina Barus (54), warga Jalan Bhayangkara, Kecamatan Medan Tembung mengaku merasa dirugikan dengan ulah sekelompok oknum preman yang merusak pagar pembatas lahan miliknya.

Bahkan, pagar pembatas lahan yang dirusak itu juga terjadi bukan hanya sekali, namun sudah sebanyak tiga kali. Awalnya, pembatas itu di tembok dan disemen sebanyak dua kali, ketiganya dipasang dengan panel beton.
Sedangkan yang ke empat kalinya, Maslina memagarnya dengan kawat duri. Lokasi pembatas yang dirusak atau dirobohkan oleh sekelompok preman itu berada kawasan Jalan Abdul Hakim Padangbulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang. Tepatnya berdekatan dengan skyview.

Selain itu, kasus pengerusakan pagar pembatas itu juga telah dilaporkan kepada pihak penegak hukum, tepatnya pada Selasa 29 Oktober 2019. Namun, setelah laporan itu, aksi pengerusakan masih saja terjadi.

Maslina Barus mengatakan adanya pengerusakan pagar beton yang dilakukan sekelompok preman kepada awak media di Medan, Minggu 17 Mei 2020.

“Iya, pagar tembok dan beton yang saya dirikan di atas lahan saya dirusak oleh sekelompok preman, saya sudah melaporkan perkara ini ke Mapolda Sumatera Utara sesuai dengan nomor polisi (LP) 1677/XI/2019/SPKT “III”. Setelah kejadian itu, saya kembali membangun pagar, tapi mereka kembali merusaknya, sampai tiga kali mereka merusak pagar yang saya dirikan,” ungkap Maslina.

Pengakuan Maslina, dia adalah pemilik lahan yang sah di lokas itu, makanya dia mendirikan pagar pembatas.

“Saya membeli lahan itu dari Dedi Kaban dan ada akte notaris, saya membeli lahan itu dari Dedi awalnya seluas 5000 meter (1,2 hektar) di tahun 2012 – 2013. Kemudian, saya kembali membeli lahan disitu dengan orang lain seluas 1,5 hektar.

Jadi lahan saya sekitar 2 hektar disana. Saya mendirikan pagar pembatas tepat di atas lahan saya, tidak ada saya menyerobot lahan orang. Tapi mengapa preman preman itu merusak pagar pembatas di atas lahan saya,” kata Maslina.

Selain itu, Maslina menyebut, pernah meminta bantuan hukum. Saya bermohon kepada pihak penegak hukum untuk meminta perlindungan hukum dan pengamanan di lokasi, agar dia bisa membangun kembali tembok pembatas lahan itu.

“Saya bermohon kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara, mohon tindaklanjuti laporan saya, saya mendirikan pagar itu di atas lahan saya, saya membeli dari ahli waris Jenah Kaban, yaitu Bapak dari Dedi Kaban dan saya memiliki alas hak serta akte jual beli lahan itu. Jika mereka merusak pagar itu, saya harapkan motto dari Bapak Kapolda tidak ada tempat bagi penjahat itu berjalan dengan rencana,” ungkapnya.

Menurut Maslina, sekelompok preman itu akan mendirikan bangunan disebagian lahan miliknya.

“Mereka merusak pagar pembatas lahan saya dan akan mendirikan bangunan disana, saya tidak tahu apa alas hak mereka akan membangun di atas lahan saya, saya minta surat surat mereka, mereka tidak mau menunjukkan surat alas hak mereka. Saya berharap agar pihak penegak hukum menindaklanjuti laporan saya,” tandasnya.

Dedi Kaban selaku ahli waris dari orang tuanya membenarkan telah menjual lahan kepada Maslina Barus seluas 1,2 hektar. Jual beli terjadi ditahun 2012 – 2013.

“Jadi, lahan saya ada 2,3 hektar di lokasi, saya jual 1,2 hektar dengan Ibu Maslina Barus, kemudian 1,2 hektar saya jual kepada P Davin Kaban, 1,2 hektar lagi kepada T Singarimbun dan 1,2 hektar lagi kepada Namo Ginting,” ucap Dedi Kaban.

Pengakuan Dedi, setelah beberapa tahun berlalu, ketiga orang bernama P David Kaban, T Singarimbun dan Namo Ginting menjual lahan mereka kepada Maslina Barus.

“Ketiga orang itu menjual tanah mereka kepada Ibu Maslina Barus di tahun 2020. Sisa lahan ahli waris dari ayah saya sekitar 2,3 hektar. Jadi pagar yang dirusak itu bagian dari tembok pembatas milik Ibu Maslina,” terangnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Irwan Anwar ketika dikonfirmasi awak media melalui selularnya mengatakan akan menindaklanjuti segara laporan dari masyarakat.

“Saya akan pertanyakan sejauh mana progres kasus ini kepada penyidik,” terangnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *