Polda Sumut Kantongi 5 Daerah Lakukan Penyelewengan Dana Bansos Covid-19

MEDAN (bareskrim.com) | Pihak Direktorat Reskrimsus Polda Sumut sudah mengantongi daerah mana saja yang diduga melakukan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) Covid-19, di Provinsis Sumatera Utara.
Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Rony Samtana ketika dikonfirmasi mengaku sudah ada lima daerah yang diduga melakukan penyelewengan dana bansos Covid-19.
“Sementara Medan, Siantar, Toba, Samosir, Deliserdang,” sebut Rony, Selasa (19/5/2020).
Menurut dia, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut sudah bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti-bukti. Bahkan, sebut Rony, pihaknya juga telah memintai keterangan beberapa orang saksi-saksi.
Namun, ketika disinggung siapa saja saksinya terkhusus buat Kota Medan dan Siantar, mantan penyidik KPK ini enggan memberi komentar.
“Mohon maaf, masih tahap penyelidikan. Sabar ya, nanti pasti disampaikan lagi,” ujar dia.
Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menyebutkan, pihaknya tengah mendalami dugaan penyelewengan bantuan sosial (bansos) dan bantuan langsung tunai (BLT) di sejumlah daerah di Sumut. Kapolda menegaskan para pelakunya akan dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi.
“Sebagaimana instruksi Presiden, kami akan terapkan kasus ini sebagai tindak pidana korupsi. Ada beberapa wilayah yang sudah kami telusuri. Kami sedang kumpulkan data apakah benar terjadi tindak pidana korupsi,” kata Kapoldasu pada talkshow yang disiarkan online dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, di Kantor Gubernur Sumut, Senin (18/5/2020).
Kapolda memastikan Polda Sumut tidak akan memberikan toleransi pada tindakan yang menyentuh rasa keadilan, seperti dugaan penyelewengan bansos dan BLT.
“Saya sudah perintahkan Direktur Reserse Kriminal Khusus untukĀ  menyelidiki dugaan penyimpangan bantuan sosial apakah bantuan langsung tunai,” tegasnya.
Isu penyimpangan bansos dan BLT ini mulai banyak disuarakan masyarakat belakangan ini. Bahkan sejumlah unjuk rasa dilakukan warga untuk menyampaikan ketidakpuasannya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *