Melawan dan Coba Rebut Senpi Personel | Pelaku Narkotika Ditembak Mati

MEDAN (bareskrim.com)  Satu pelaku terlibat jaringan narkoba akhirnya tewas setelah sebutir peluru personel polisi bersarang di dada sebelah kirinya.

Penyebab kematian S Peranginangin alias Nangin (46), warga jalan lintas Duri – Dumai, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai itu lantaran melawan dan coba merampas senjata api milik personel saat pengembangan.

Berawal dari pengungkapan kasus kejahatan narkoba oleh personel Polsek Patumbak bersama Ditresnarkoba Polda Sumut pada Ahad (28/6/2020).

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza bersama Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba, sebelumnya mendapat informasi ada pengiriman paket yang diduga narkotika jenis sabu dari Medan yang akan dibawa pelaku ke Batubara dengan menggunakan mobil pribadi.

Kemudian Kapolsek membentuk tim dengan melibatkan personel Ditresnarkoba Polda Sumut menindaklanjuti informasi tadi sekaligus lakukan penyelidikan.

Begitu menemui titik terang dan memastikan pelakunya bergerak dengan menumpangi mobil Ford warna putih lewat jalan tol, tim personel gabungan lalu ‘menguntit’ mobil pelaku hingga ke Indrapura, Kabupaten Batubara.

Tepat diparkiran rumah makan 100 di Indrapura, sekira pukul 20.00 WIB dilakukan penangkapan terhadap pelaku S Peranginangin alias Nangin dan HI alias Bombom (40), warga Dusun Bakti Karya, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

“Dari dalam mobil pelaku ditemukan 1 plastik klip warna putih berisi narkotika sabu seberat 1 gram,” kata Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko saat memaparkan kasusnya, di Mapolsek Patumbak, Kamis (2/7/2020).

Kepada personel, sebut Riko, pelaku mengaku narkotika tersebut diperoleh dari temannya, di Medan. Selanjutnya personel bergerak ke Medan, tepatnya di rumah Jalan Bajak II H (Perumahan Kasa Visela), Medan Amplas sekira pukul 01.30 WIB personel menangkap B alias Aphen (43), warga Komplek Villa Permata Indah Blok E, Kelurahan Labuh Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Riau dan TH (49), warga Jalan Gajahmada, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkel, Riau.

“Saat penggeledahan ditemukan satu kotak dibalut lakban kuning di dalam mobil kijang innova. Ketika kotak dibuka di dalamnya ada dua kemasan plastik teh Cina yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu seberat 2 Kg,” terang Riko sambil mengatakan bahwa sabu itu rencananya hendak dibawa pelaku ke Labura (Labuhanbatu Utara).

Dua hari kemudian, sambung Riko, tepatnya Rabu (1/7/2020) sekira pukul 02.00 WIB, personel melakukan pengembangan dengan membawa pelaku S Peranginangin alias Nangin ke TKP Jalan Bajak II H Medan.

“Saat melintas di kawasan Jalan Kanal Raya, pelaku minta ijin turun dari mobil dan mengatakan hendak buang air besar,” ucapnya.

Kesempatan ini rupanya dimanfaatkan pelaku merusak borgol sambil menyerang personel dan berusaha merebut senjata apinya.

“Merasa terancam, lantas personel terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan tembakan tepat di dada sebelah kiri pelaku.

Untuk pertolongan pelaku lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, namun belum sempat dirawat, pelaku meninggal dunia,” terang Riko.

Salah satu pelaku menjawab pertanyaan Kapolrestabes Medan, mengaku sudah dua kali melakukan aksinya dengan memperoleh ‘upah’ sebesar Rp 5 Juta.

Kini, para ‘kurir’ narkoba yang terbilang jaringan internasional tersebut sudah mendekam dalam rumah tahanan sementara Mapolsek Patumbak.

Sedangkan dua unit mobil Ford warna putih BG 1197 CF dan Kijang Innova warna silver berplat BG 1295 CF diamankan untuk barang bukti berikut 6 unit handphone, dan 2 kilogram lebih narkotika jenis sabu. (amri/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *