Headline

Pelaku Kerusuhan di Madina Diboyong ke Mapoldasu

MEDAN (bareskrim.com) | Delapan belas orang terduga pelaku kerusuhan di Desa Mompang Julu, Mandailing Natal (Madina), Sumut, pada Senin (29/6/2020) lalu, akhirnya diboyong ke Mapolda Sumut.

Kapolda Sumut Irjen Pol. Drs. Martuani Sormin M.Si didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Dr. Dadang Hartanto SH, SIK, M.Si, Karo Ops, Direktur Reskrimum dan Kabid Humas Polda Sumut, menggelar press release pengungkapan kasus kerusuhan tersebut, di depan Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Sumut, Rabu (8/7/2020) pukul 11. 00 WIB.

Dalam release ini, Kapolda menyampaikan Polda Sumut berhasil mengamankan 18 orang diduga pelaku penyebab keributan di Madina, dimana salah satu di antaranya seorang wanita.

Dari 18 pelaku ada yang bertugas sebagai provokator massa untuk mengumpulkan dan membakar amarah massa dan melakukan aksi penutupan ruas jalan, ada juga yang berperan sebagai pelempar batu ke polisi dan membakar mobil Wakapolres Madina.

Dari para tangan tersangka beberapa barangbukti yang di amankan yaitu berupa 1 buah mobil dinas Wakapolres dan mobil warga dengan Nopol BB 1878 LR yang keduanya dalam keadaan rusak terbakar, kemudian 1 buah sepeda motor metic dalam keadaan rusak terbakar dan bongkahan batu dari tempat kejadian peristiwa (TKP) yang digunakan untuk melempari petugas yang melakukan pengamanan.

Kapolda mengatakan, aksi keributan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat, namun juga mahasiswa dari luar desa Mompang Julu juga ikut ribut.

Mereka meminta dana desa sebesar 30 % dari kepala desa untuk menyerahkan kepada pendemo dari dana bantuan langsung tunai (BLT).

“Ada 6 anggota Polri yang terluka dan kendaraan dinas Wakapolres yang terbakar. Sampai saat ini situasi di desa Mompang Julu sudah kembali aman dan kondusif dan Polda Sumut akan terus bertindak profesional untuk mencari dalang-dalang yang masih dalam pengejaran kita,” jelas Kapolda.

Adapun motif saat ini, kata Kapolda mereka meminta jatah 30% dari dana BLT dan belum ditemukan adanya aktor lain di balik ini.

“Tidak ada yang boleh meminta hak atas BLT yang diberikan pemerintah dan di sini Polda Sumut dan Polres Madina sudah selidiki tidak ada kesalahan dari Kades karena dana BLT yang dberikan sudah sesuai,” terang Kapolda.(rel/B/amri)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button