Masrizal SH: Citra PAN di Medan Tercoreng Sikap Ala Premanisme

MEDAN (bareskrim.com)| Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Medan, Masrizal, SH mendesak Ketua DPD PAN Kota Medan, HT Bahrumsyah menindak tegas atas tindakan oknum anggota dewan dari Fraksi PAN DPRD Medan berinisial ARN, yang diduga melakukan pecahkan kaca pintu serta berbicara kasar ala ‘premanisme’ tatkala melakukan kunjungan kerja (kunker) ke salah satu hotel di Medan, beberapa waktu lalu.

“Tindakan oknum anggota dewan dari Fraksi PAN DPRD Medan tersebut dinilai mencoreng citra dan wajah Partai DPD PAN Kota Medan di tengah masyarakat,” ungkap Masrizal kepada awak media di Medan, kemarin.

Menurut Masrizal, Ketua DPD PAN Kota Medan supaya menindak tegas oknum anggota DPRD Medan dari Fraksi PAN tersebut untuk segera di PAW-kan (Pergantian Antar-Waktu).

Sebab, imbuhnya, tindakan tersebut bisa diambil sesuai mekanisme dan AD/ART partai jika tindakan mereka terindikasi melanggar hukum.

“Kita juga minta kepada Ketua DPRD Medan agar mengambil langkah serupa sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD Medan. Demikian halnya dengan Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Medan. Mereka berhak memanggil oknum tersebut. Jangan didiamkan saja. Jika didiamkan saja bisa jadi kejadian serupa akan terjadi lagi ke depannya,” tegas Masrizal.

Diungkapkan Masrizal, permintaan yang ditujukannya ke Ketua DPD PAN Medan HT Bahrumsyah agar menindak anggota dewan dari Fraksi PAN itu, setelah dirinya membaca berita di berbagai media cetak dan online di Medan.

“Sementara oknum dewan berinisial ARN yang diduga berkata kasar ala preman serta memecahkan kaca pintu salah satu hotel saat kunjungan kerja 16 Juni 2020, saya ketahui dari informasi yang sampai ke telinga saya. Ini sangat memalukan bagi kita dan partai,” katanya.

Masrizal mengaku sangat menyayangkan tindakan maupun peristiwa yang diperbuat oknum tersebut. Seharusnya, PAN pada periode kali ini yang berhasil menaikan jumlah kursi di dewan dari empat kursi pada periode sebelumnya menjadi enam kursi, harusnya tetap mampu mempertahankan citra positif yang mulai terbangun di mata masyarakat.

“Namun dengan adanya kejadian yang diperbuat oleh oknum tersebut, justru melahirkan preseden dan citra buruk bagi PAN Kota Medan. Kita yang juga pendiri partai tidak terima itu,” tegasnya lagi.

Menurut dia, tindakan yang dilakukan oknum tersebut sebagai bentuk arogansi jabatan karena dipilih masyarakat sebagai anggota dewan.

“Saya khawatir yang dilakukan oknum tersebut apakah karena memang ketidakmengertian atau memang sudah sikap bawaannya seperti itu, tidak tahu juga. Tapi sikap mereka sangat mengkhawatirkan,” cetusnya.

Saya berharap terhadap anggota dewan yang kebetulan berasal dari PAN tersebut diberi tindakan tegas sesuai mekanisme. Agar ke depannya tidak lagi terjadi seperti ini.

“Kita juga minta kepada Ketua DPD PAN Medan untuk mengambil sikap karena oknum tersebut sama sama dari fraksi PAN,” pintanya.

Terkait bantahan yang dilakukan oknum anggota dewan tersebut yang dimuat salah satu media online, kata Masrizal, membuktikan kalau peristiwa itu diduga kuat memang ada terjadi sehingga dibutuhkan peran serta BKD DPRD Medan untuk menyelesaikannya.

“Harus diselidiki kasus tersebut untuk mengetahui disengaja atau tidak, perbuatan tersebut,“ katanya.

Menurut Masrizal, pihaknya menerima informasi peristiwa itu terjadi lantaran diduga oknum tersebut merasa tidak dilayani oleh pihak manajemen hotel sebagaimana layaknnya anggota dewan yang ingin kunker ke hotel tersebut.

Kemudian permintaan maaf yang dilakukan oknum anggota dewan tersebut juga diduga mengindikasikan adanya peristiwa itu.

“Jika kasus tersebut memang benar terjadi maka selayaknya ini menjadi pelajaran, sebab tidak sepantasnya oknum anggota dewan berbuat seperti itu,” sebut Masrizal. (amri/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *