Portal Jalan Mengancam Kelangsungan Hidup Puluhan Pekerja Pabrik Roti

MEDAN (bareskrim.com) | Puluhan pekerja/buruh pabrik roti yang berlokasi di Jalan Kelapa II Dusun IV Barat A Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang terancam tidak bekerja lagi.

Pasalnya, tempat usaha di mana para buruh mencari sesuap nasi tidak dapat beroperasional seperti biasanya, gegara produk rotinya tidak dapat didistribusikan dikarenakan terhadang portal yang terpasang di Jalan Kelapa II.

Informasinya portal mati dengan tinggi 2,3 meter yang terbuat dari besi tersebut didirikan oleh masyarakat sejak sepekan lalu. Alasannya untuk menghindari kerusakan jalan lintasan warga.

Namun, pembangunan portal jalan itu ternyata membawa dampak terhadap kelangsungan hidup orang banyak yang bekerja di pabrik roti yang berada di Jalan Kelapa II.

Usaha pabrik makanan ringan itu mendadak ‘stop’ beroperasi, karena tidak dapat mensuplay produksinya dan juga masuk bahan baku pembuat roti ke pabrik.

“Kami (pekerja) sudah beberapa hari ini tidak beraktivitas, karena pabrik tidak beroperasional. Sejak berdirinya portal mati didirikan ternyata mengganggu jalannya usaha pabrik,” ujar Azhari mewakili salah seorang pekerja pabrik roti, Sabtu (8/8/2020).

Menurutnya, jika kondisi pabrik terus menerus tidak beroperasi bisa-bisa pekerja dirumahkan. “Bagaimana nasib kami kalau pabrik ini tutup. Terancam lah kelangsungan hidup keluarga kami,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, mencari pekerjaan sangat susah. “Apalagi di masa pandemi ini, sudah banyak usaha-usaha yang tutup. Kami tak inginkan pabrik roti ini ditutup gegara terhalang palang portal tersebut,” cetusnya.

Harapan yang sama diucapkan Abdillah dan Defpasore. Ia menganggap kehadiran pabrik roti di Jalan Kelapa II sangat membantu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. “Banyak warga sekitar pabrik ini sudah terbantu yang menerima warga yang membutuhkan pekerjaan. Jangan lah diganggu tempat kami bekerja oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan mendirikan portal mati untuk menghalangi jalannya usaha,” ungkap Abdillah.

Kondisi ini tidak dapat dibiarkan berlangsung lama. “Bisa-bisa keluarga kami di rumah tak makan nanti. Kami (pekerja) sepakat akan melakukan demo ke Kantor Desa jika pemerintah tidak bertindak,” ulas Defpa.

Soalnya, hadangan portal mati itu oleh pihak pabrik telah dilaporkan ke Kantor Desa Tanjung Gusta, agar dapat dibongkar atau diperbaiki demi tidak mengganggu aktivitas usaha.

Kepala Desa Sunggal, Kawibowo telah mengeluarkan surat bernomor 005/70/TG/2020 tertanggal 4 Agustus 2020, terkait adanya pemasangan portal di Jalan Kepala II Dusun IV yang ditujukan kepada masyarakat yang mewakili pembangunan portal.

Dalam surat tersebut, Kades meminta warga untuk tidak mengganggu aktivitas pembangunan masyarakat; menganggu aktivitas usaha pabrik yang menimbulkan banyaknya orang yang tidak bekerja; dan meminta portal ditutup pada pukul 24.00 WIB dan dibuka kembali pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, Surya Adinata mewakili pengelola usaha roti mengakui, pabrik beroperasi sejak tahun 2013 dengan 80 pekerja.

Dan sudah beberapa hari ini tidak beroperasi. “Bagaimana mau beroperasi pabrik, wong suplay bahan baku maupun roti ke pasar tidak bisa berjalan sejak portal di ujung Jalan Kelapa II didirikan,” ungkapnya.

Pembangunan portal tersebut tanpa ada pemberitahuan atau menginformasi kepada pabrik. “Jika hal itu diinformasikan demi menciptakan kenyamanan warga, pasti kami (pabrik) akan membantu masyarakat dalam pembangunannya dan selama ini perusahaan juga ada menyalurkan CSR berupa perbaikan jalan dan lainnya,” ungkap Surya yang juga Ketua LBH Gelora Surya Keadilan.

Mantan Direktur LBH Medan yang juga kuasa hukum usaha roti tersebut telah berkoordinasi ke pihak pemerintah desa terkait pembangunan portal jalan yang menghalangi aktivitas usaha.

“Jika tidak ada ‘win-win solution’ atau perhatian dari pemerintah desa, bisa saja operasional pabrik tutup. Dan pastinya ratusan pekerja tidak akan dipekerjakan lagi,” cetus pria berkacamata ini kepada awak media ketika dikonfirmasi.

Bukan hanya pekerja terimbas, tambahnya, juga puluhan sales dan abang beca bermotor yang panghasilannya ikut terganggu. “Selama ini, para sales-sales sepeda motor dan beca mengambil jualan roti dari pabrik, juga terganggu penghasilannya karena usaha tak beraktivitas,” jelasnya

Di tempat terpisah anggota DPRD Sumut Fraksi PDIP, Frangki Partogi Wijaya Sirait yang dihubungi via seluler mengaku, mendapat informasi itu dan telah melihat adanya surat imbauan dari Kades Tanjung Gusta untuk menertibkan palang portal yang telag mengganggu aktivitas UMKM.

“Saya meminta ini dapat dimusyarawarahkan. Dan meminta Pemkab Deliserdang dan aparat terkait untuk turun,” ujarnya dari seberang telepon. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *