Pelaku UMKM Ingin ‘Curhat’ Langsung pada Kapolda Sumut

Berencana Turun Ke Jalan Jika Keluhan Tak Ditanggapi

MEDAN (bareskrim.com) | Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ingin  menyampaikan aspirasi dan keluhan kepada Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin Siregar secara langsung.


Pelaku UMKM yang ada di Sumut berharap bisa berusaha kembali dengan tenang tanpa harus ditakut-takuti oleh oknum-oknum ‘nakal’ berseragam.

“Selama ini pelaku UMKM yang ada di Sumut merasa resah dan gelisah dalam berusaha, karena mendapatkan kiriman undangan dari pihak kepolisian terkait perizinan,” ujar Yunianto, salah seorang mewakili pelaku UMKM.

Menurutnya, undangan tersebut seperti boomerang bagi pelaku UMKM yang tak mengerti peraturan dan hukum. “Pelaku UMKM dibuat resah karena takut mendapat ancaman dipidana hukum,” ucapnya.

Yunianto bersama pelaku UMKM yang ada di Sumut berkeinginan menyampaikan keluhan dan aspirasi pada Kapolda Sumut, Bapak Irjen Martuani Sormin secara langsung terkait ‘undangan’ pihak kepolisian pada pelaku usaha.

Dalam pertemuan para UMKM di Medan, 26 Agustus 2020, menyatakan sikap berharap Kapolda mengeluarkan intruksi kepada petinggi Polda/Polresta/Polres di wilayah hukum Polda Sumut untuk dapat segera menghentikan mengeluarkan surat undangan klarifikasi kepada pelaku UMKM dengan dalih perijinan.

Pelaku usaha di Sumut berharap, dalam masalah perijinan harusnya dilakukan oleh dinas terkait, agar pelaku usaha bisa dibina bukannya ditakut-takuti dengan ancaman pidana.

“Pelaku UMKM banyak yang mau berbenah namun kurang mengerti dan kurang mendapatkan sosialisasi dari dinas terkait,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua LBH Gelora Surya Keadilan, Surya Adinata yang mendampingi pelaku UMKM menjelaskan, banyak pelaku UMKM yang tidak paham akan hukum, sehingga dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk melakukan pemerasan.

“Harusnya pelaku UMKM yang tak mengerti hukum diberikan pembinaan dan pemahaman, agar dalam berusaha harus memiliki izin dari intansi terkait, bukan malah menjadi sasaran pemerasan bagi oknum yang nakal,” ungkapnya, Kamis (27/8/2020).

Menurut Surya, yang anehnya dari informasi pelaku UMKM, oknum-oknum yang ‘bermain’ itu pernah dilaporkan pada tahun 2018 akan tetapi masih tetap beraksi.

Jika aspirasi pelaku UMKM tidak mendapatkan atensi dari Kapolda, maka akan turun ke jalan. “Pelaku UMKM beserta pekerja/buruhnya berencana akan turun ke jalan jika ketidaknyamanan dalam berusaha di Sumut terus berlanjut,” beber mantan Direktur LBH Medan. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *