Korban Penyerangan dari 4 OTK Bersajam di Warnet Resmi Melaporkan Ke Polrestabes Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Setelah menjalani perawatan medis, Nickolaus Gia Perdana Tarigan (32), korban dari penyerangan yang dilakukan 4 OTK bersajam di Temu E-Sport Arena, Jalan Jamin Ginting Pasar 3, Kel. Titi Rantai, Kec. Medan Baru, resmi membuat laporan ke Polrestabes Medan, Selasa (01/9/2020).

Didampingi keluarganya, korban membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan dengan Nomor : STTLP/2177/K/IX/YAN : 2.5/2020/SPKT RESTABES MEDAN.

Kepada wartawan, korban yang yang merupakan warga Jalan Karet Raya Perumnas Simalingkar, Kel. Mangga, Kec. Medan Tuntungan,  menceritakan awal kejadian pemicu permasalahan antara dirinya dengan salah satu pengunjung sebelum peristiwa penyerangan itu terjadi.

“Kemarin sore, sempat antar pengunjung warnet cekcok bang. Yang saya kenal adalah Manahan Sitanggang dan Poltak, mereka bersaudara dan sempat saya usir keluar warnet untuk menghindari penyerangan dan kerusakan di usaha warnet dan ayam penyet saya,” ucap Nickolaus.

Tanpa sengaja, disela-sela korban membubarkan dua kelompok tersebut, sempat mendarat pukulan dengan menggunakan centongan nasi kebagian punggung belakang Manahan.

“Sempat juga si Manahan itu keberatan dengan saya. Saya sudah minta maaf juga sama dia, karena saya sempat tidak mengenalinya yang saat itu mengenakan jaket dan topi. Namun, si Poltak sempat mengancam ‘gak bisa lagi kau jualan disini Gia’. Saya melakukan hal itu untuk menjaga dan mengamankan usaha saya agar tidak hancur dan rusak akibat bentrokan kedua kelompok tersebut,” paparnya.

Sejam berselang saat Manahan dan Poltak meninggalkan lokasi, korban melihat Poltak bersama rekannya berlalu lalang didepan usahanya.

“Satu jam kemudian, saya lihat si Poltak itu bolak-balik lewat didepan warnet saya bang. Mungkin dia menggambar situasi dan hal itu sempat saya sampaikan kepada adik saya,” tuturnya.

Usai melaporkan peristiwa yang dialami dirinya, korban berharap agar para pelaku dapat secepatnya ditangkap. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *