Sumut Peringkat 7 Nasional Terkonfirmasi Virus Corona | Kapoldasu: Unsur Tiga Pilar Ujung Tombak Penanganan Covid-19

MEDAN (bareskrim.com) | Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin mengatakan, peran dari unsur tiga pilar yaitu Kepala Desa/Lurah, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa sangatlah besar dan menjadi ujung tombak penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kapolda dalam rapat koordinasi (Rakor) Bhabinkamtibmas dengan tema “Peran Kamtibmas Dalam Penerapan Protokol Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Menghadapi Pemilukada Tahun 2020” yang digelar di Hotel Garuda Plaza Medan, Selasa (15/9/2020).

Kapolda menyampaikan, saat ini kasus positif Covid-19 sudah mencapai 8.526 orang.

“Covid-19 tidak mengenal pangkat, jabatan dan status siapa saja dapat terpapar virus tersebut,” jelas Kapolda.

“Wilayah Sumut menduduki peringkat ke – 7 Nasional terkonfirmasi Covid-19,” sambungnya.

Oleh karena itu, sebut Kapolda, unsur tiga pilar harus berperan aktif dalam mengawasi dan mendisiplinkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Beri sanksi sosial berupa tindakan fisik bagi masyarakat yang melanggar namun tetap secara sopan dan humanis,” tegasnya.

Kapolda juga mengungkapkan, dihari pertama pelaksanaan Operasi Yustisi Tahun 2020, sudah ada sekitar 1.300 teguran kepada masyarakat yang tidak mematuhi anjuran protokol kesehatan dimana mayoritas adalah para pelaku usaha.

“Minggu ini masih kita berikan teguran dan penahanan KTP selama 3 hari bagi para pelanggar. Namun, minggu depan akan kita beri sanksi denda berupa 100 ribu rupiah untuk perorangan dan 300 ribu rupiah bagi para pelaku usaha,” terang Kapolda.

Lanjut Kapolda mengatakan, jika para pelaku usaha masih tidak patuh maka tempat usaha akan ditutup sementara.

“Hal ini dimaksudkan untuk menimbulkan kesadaran diri masyarakat akan pentingnya mematuhi anjuran protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” sebutnya.

Kapolda juga meminta Kepala Desa/Lurah, Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa untuk tegas dan tidak ragu memberikan sanksi jika masih ada masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Sebab, sebutnya lagi, dampak dari pandemi Covid-19 juga mengganggu perekonomian masyarakat.

Untuk itu, Kapolda meminta Kepala Desa dan Lurah bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa menciptakan satgas di seluruh kampung agar menjadi ‘Kampung Tangguh’ untuk terlibat secara aktif dalam penanganan Covid-19 dengan melibatkan komunitas maupun organisasi di daerah masing- masing

Kapolda juga mengingatkan agar seluruh personel TNI-Polri dan ASN bersikap netral dalam pelaksanaan Pilkada yang akan datang. Tugas sebagai aparatur negara hanya menjamin penyelenggaraan Pilkada berjalan aman dan kondusif.

“Siapapun yang terpilih nantinya dia adalah putra-putri terbaik daerah. Mari kita jaga netralitas sebagai aparatur negara dan bekerjasama agar pelaksanaan Pilkada dapat berjalan aman, lancar dan tertib,” ujarnya.(rel/B/amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *