Ditangkap, Mahasiswa Hamili Pacar hingga Melahirkan Bayi

MEDAN (bareskrim.com) | Tak bertanggungjawab usai menyetubuhi sang pacar hingga melahirkan ‘jabang bayi’, seorang pemuda terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Pemuda yang belakangan diketahui berinisial II (19) dan masih berstatus mahasiswa ini, ditangkap personel reskrim Polsek Delitua di rumah kediaman orangtua-nya, di kawasan Jalan Kelambir V Pasar I Sekip, Desa Kelambir V, Hamparanperak, Deliserdang, pada Kamis (17/9/2020) sekira pukul 09.30 WIB.

Seperti yang diterangkan Kapolsek Delitua, AKP Zulkifli Harahap lewat Kanit Reskrim, Iptu Martua Manik kepada awak media, Kamis (17/9’2020) disebutkan, bahwa sebelumnya pihaknya mendapat laporan pengaduan dari seorang wanita muda, berinisial FP (19), warga Jalan Karya, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat.

Dalam laporan tersebut, FP mengatakan jika dia telah dicabuli oleh pacarnya hingga melahirkan anak, tetapi sang pacar tidak mau bertanggungjajawab.

Iptu Martua Manik mengatakan, peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 2019 lalu. Sekira pukul 09.00 WIB, pelaku datang ke rumah FP dengan mengendarai sepeda motor mengajak FP jalan jalan.

Namun dalam perjalanan itu, pelaku membelokkan sepeda motor mengarah ke sebuah wisma (penginapan), di seputaran Jalan Anggrek.

“Di dalam kamar wisma ini, selanjutnya pelaku merayu FP sehingga terjadi hubungan suami istri,” sebut Kanit.

Singkat cerita, kata Kanit menjelaskan, di kala ada kesempatan perbuatan serupa kerap mereka lakukan.

“Akibat perbuatan terlarang itu, FP pun hamil. Lantas, FP menghubungi pelaku lewat telepon untuk memberitahukan kalau dirinya telah hamil,” bilang Kanit.

Akan tetapi, lanjut Kanit mengatakan, sejak saat itu pelaku tidak pernah mau lagi dihubungi hingga akhirnya, FP melahirkan seorang bayi di rumah sakit pada bulan April 2020.

Sewaktu mendapat kabar FP melahirkan, imbuh Kanit, pelaku memang datang dan menemui sang kekasih.

Namun pelaku mengatakan tetap tidak mau bertanggungjawab. Di depan FP dan keluarganya, pelaku malah mengatakan, lebih siap dia di penjara daripada menikahi FP.

Mendengar kata – kata seperti itu, FP kecewa dan merasa tidak terima. Selanjutnya, didampingi oranguanya, FP melaporkan pelaku ke Mapolsek Delitua.

“Atas dasar LP /490/IV/2020/SPKT/Sek Delta, Tgl 24 April 2020, kita melakukan penyelidikan. Dan pelaku ditangkap saat berada di rumah orangtuanya,” jelas Kanit.

Dihadapan penyidik pemeriksa, pelaku mengakui semua perbuatannya.

“Ada sebanyak empat kali mereka melakukan hubungan suami istri,” terang Kanit.

Sabagai ganjaran dari perbuatannya, pelaku kini mendekam di dalam rumah tahanan sementara Mapolsek Delitua.

Penyidik menjerat pelaku dengan pasal 293 ayat 1 KUHPidana tentang tindak pidana perbuatan cabul.(amri/B)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *