Bocah Pemulung Yang Viral Ingin Jadi Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Fandi, bocah pemulung yang viral di media sosial, asal Kota Medan mengaku ingin besarnya menjadi polisi. Pengakuan itu diucapkannya pada Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto dalam video call, Senin (21/9/2020).

Oleh Kabaharkam sosok Fandi menjadi perhatian serius ketika mendapat informasi di media sosial, ada seorang bocah pemulung membawa karung berisi botol plastik bekas berkeliaran hingga malam hari mencari rejeki demi keluarga.

Dalam video call (telepon video) itu, Kabaharkam tampak sangat akrab dengan Fandi. Beberapa kali, Kabaharkam tampak tertawa lepas melihat tingkah Fandi saat video call dengannya. Ia kagum dengan keaktifan Fandi saat berkomunikasi dengannya.

“Hey Fandi, apa kabarnya? uda selesai sekolah onlinenya kan?” tanya Kabaharkam kepada Fandi di kediamannya sempat ramai yang didatangi Polri.

Kepada Kabaharkam, Fandi mengaku ingin menjadi polisi. Mendengar cita-cita Fandi, Kabaharkam memintanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

“Wah, bagus sekali Fandi. Fandi ingin mengabdi untuk masyarakat ya. Tapi Fandi harus sekolah yang benar. Jangan malas-malas sekolahnya,” katanya.

Kemudian, Kabaharkam juga berkomunikasi dengan orangtua Fandi, Afrizal. Ia meminta, agar Fandi tidak ikut untuk memulung lagi.

“Fandi jangan diajak lagi, kalau dia minta ikut, jangan dikasih. Fandi harus fokus sekolah,” jelasnya.

relawan kamtibmas kabaharkam

Bantuan Sembako

Selain itu, Kabaharkam juga memberikan bantuan berupa sembako dan sejumlah uang kepada keluarga Fandi.

Bantuan itu disampaikan melalui Relawan Kamtibmas Baharkam Polri Irwansyah Putra Nasution dan DPD KNPI Sumut yang diwakili Ketua Harian Ahmad Khairuddin serta Wakil Sekretari M Syafii Sitorus.

“Saya ada nitip bantuan, ini program Bapak Kapolri. Semoga ini bermanfaat dan Fandi jangan ikut lagi mulung. Kalau ada masalah di sekolahnya terkait uang sekolah, silahkan hubungi Relawan Kamtibmas Baharkam,” ungkapnya.

Mendapat perhatian dari Kabaharkam, Orangtua Fandi, Afrizal mengucapkan syukur dan terima kasihnya.

“Terima kasih kepada bapak Kabaharkam, Pak Agus Andrianto karena sudah memberi perhatian pada keluarga kami,” kata Afrizal.

Afrizal mengaku dirinya tak pernah memaksa Fandi untuk ikut memulung. Aktivitas memulung dilakukan Afrizal setelah dirinya di PHK dampak dari pandemi Covid-19.

“Sebelum ini kerja di pabrik, tapi karena covid-19 saya di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Saya tidak pernah memaksa Fandi, dia sendiri yang minta ikut, ini salah saya,” kata Afrizal.

Perhatian Kabaharkam Diapresiasi

Perhatian Kabaharkam terhadap Fandi mendapat apresiasi dari Ketua Harian DPD KNPI Sumut, Ahmad Khairuddin.

“Ini sudah berulang kali dilaksanakan, Pak Agus sangat perhatian dengan masyarakat. Semoga ini bisa bermanfaat bagi keluarga Fandi,” ucap Khairuddin.

Dijelaskannya, DPD KNPI Sumut sangat tanggap jika mendengar laporan warga yang kesusahan. Kegiatan ini, dipastikannya akan terus berlanjut.

“Kami KNPI dan Relawan Kamtibmas penyambung lidah warga. Begitu ada informasi, kami akan turun dan menyampaikannya ke pusat,” bebernya.

Sebelumnya, beredar viral video seorang anak yang memikul karung yang berisi botol plastik besar viral di jagad media sosial (medsos) kemarin.

Diketahui, anak yang memikul karung di malam hari tersebut bernama, Fandi. Fandi tinggal di Jalan Seto, Gang Edi Busono, Kecamatan Medan Area, Kota Medan. (ucup/B)

Satu tanggapan untuk “Bocah Pemulung Yang Viral Ingin Jadi Polisi

  • 21 September 2020 pada 5:55 PM
    Permalink

    Mantap kali jenderal. Semoga cita-cita bocah pemulung itu tercapai menjadi polisi abdi masyarakat. Amin…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *