Oknum Pejabat Aceh Ditangkap Sat Narkoba Polrestabes Medan Usai Pulang Dugem Pesta Narkoba

MEDAN (bareskrim.com) | Sat Narkoba Polrestabes Medan menangkap 8 orang usai pulang dari pesta narkoba jenis pil ekstasi di tempat hiburan malam Jet Plane Medan, pada Minggu (27/9/2020) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ronny Sidabutar mengatakan dari 8 orang yang diamankan pihaknya menetapkan 6 orang sebagai tersangka, Sedangkan 2 orang lagi ditetapkan sebagai saksi.

“Mereka ditangkap usai dugem dari Jet Plane menuju Hotel Kanaya Medan,” sebut Kombes Pol Riko yang juga didampingi Wakasat Narkoba, Kompol Dolly Nainggolan, SH dan Kanit III Idik Narkotik, AKP Arjuna Bangun, SH, kepada wartawan, Rabu (30/9/2020).

Kapolrestabes Medan menyebutkan penangkapan terhadap ke enam tersangka, berawal dari adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan sekelompok orang lagi pesta narkoba jenis pil ekstasi di salah satu hiburan malam mewah di Kota Medan.

“Atas informasi yang kita terima, selanjutnya petugas yang telah mengetahui ciri – ciri orang itu langsung melakukan penyelidikan dengan surveilance (pengintaian) mulai dari para tersangka masuk ke dalam lokasi hiburan malam sekitar Jalan Imam Bonjol Medan, hingga beranjak keluar,”kata Kombes Riko.

Setelah dilakukan pengintaian hingga Minggu (27/9/2020) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB, petugas kemudian menggerebek para tersangka di Jalan Darusallam Medan. Dari pemeriksaan polisi menemukan barang bukti 1 butir pil ekstasi yang tersimpan dalam mobil.

“Tiga tersangka mengaku sebagai PNS, dan lainnya wiraswasta dan supir,” jelas Kombes Riko.

Dari hasil interogasi, Kapolrestabes mengatakan para tersangka membeli narkoba di Medan. “Mereka membeli ekstasi sebanyak 6 butir di Medan, Ada yang memakai 1 butir, ada yang memakai setengah butir, ada yang seperempat. Karena mereka memakai narkoba, mereka lupa sisa berapa. Saat ini Satres Narkoba Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengembangkan kasus tersebut,” terang Kombes Riko.

Dari hasil konferensi pers tersebut, diketahui 3 pejabat yang ditangkap berinisial RS yang merupakan oknum Kepala Dinas Perindustrian Aceh Tenggara, ZK selaku oknum Kepala Bagian Keuangan Pemerintah Aceh Tenggara dan S (52) staff Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Aceh Tenggara. Mereka ditangkap besama bersama 3 orang supirnya dan dua orang wanita malam.

Karena perbuatannya, para pelaku terjerat Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 Jo 132 UU RI No.35 tahun 2009. Ancaman hukumannya diatas 5 tahun kurungan penjara. (nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *