Kapolda Sumut Jenguk Polisi Korban Aksi Anarkis Pendemo

MEDAN (bareskrim.com) | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara, Irjen Martuani Sormin menjenguk personel yang terluka saat mengamankan aksi unjuk rasa anarkis, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Sabtu, 10 Oktober 2020.

Setibanya di rumah sakit, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Poldasu langsung menuju Ruang Teratai 3 di lantai II melihat kondisi kesehatan Briptu M Tivani.

Terlihat orang nomor satu di Polda Sumut ini, memberikan semangat kepada Tivani yang tengah terbaring lemah karena mendapat tindak kekerasan saat mengamankan aksi unjuk rasa, di Gedung DPRD Sumut beberapa waktu yang lalu.

“Kamu sehat kan. Enggak takut kan, masih tetap semangatkan,” ucap Kapolda kepada Tivani.

BACA JUGA

Mendengar perkataan dari Kapolda, Tivani pun langsung menjawab bahwa dirinya masih bersemangat dalam menjalankan tugas sebagai personel polisi.

“Siap jenderal. Saya masih tetap semangat menjalani tugas,” ucap Tivani dihadapan Kapolda Sumut serta para pejabat utama Poldasu yang menjenguknya.

Usai menjenguk Tivani, Kapolda begerak ke Ruangan Teratai 6 melihat kondisi Bripka Darto Silaban yang menjadi korban penganiayaan serta mobil dinas yang dikendarainya dibakar para pengunjuk rasa.

BACA JUGA

Saat bertemu, Darto menerangkan bahwa saat peristiwa unjuk rasa yang berujung tindak anarkis itu, dirinya tengah membawa sejumlah kantong darah untuk menolong pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

“Sangat anarkis para demonstran itu jenderal. Beruntung dalam peristiwa itu saya berhasil menyelamatkan diri,” ujarnya.

Mendengar pengakuan itu, Kapolda pun langsung menyemangati Darto agar tidak takut saat melaksanakan tugas negara.

BACA JUGA

“Kamu tetap semangat dan tidak takut,” terang Kapolda sembari memberikan santunan.

Usai menjenguk personel, Kapolda menyebutkan kedatangannya ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi anggota yang terluka saat bertugas mengamankan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut yang berujung anarkis beberapa waktu yang lalu.

“Ada 36 personel yang terluka saat mengamankan aksi demo menolak omnibus law di DPRD Sumut. Di mana, enam personel harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut,” sebutnya.

BACA JUGA

“Alhamdulillah kondisi anggota yang terluka sudah mulai membaik,” sambungnya.

Diketahui, ke enam personel yang terluka bernama Briptu M Tivani, Bripka Darto Silaban, Brigadir Rudi Hariyanto, Bripka Muhammad Rifky, Bripda Usma Hakim Sibuea, dan Bripda Restu Giawa.

“Semoga saya doakan para personel yang terluka segera pulih dan secepatnya kembali bertugas,” pungkas Kapolda. (rel/B/amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *