Polda Sumut Ringkus ‘Dalang’ Aksi Demo Ricuh di Batubara

MEDAN (bareskrim.com) | Personel Ditreskrimum Polda Sumut menangkap satu tersangka yang menjadi ‘dalang’ atau provokator tindakan anarkis aksi demo tolak Omnibus Law di depan kantor DPRD Kabupaten Batubara.

Adapun tersangka tersebut berinisial ASL (28), warga Desa Bahari Indah, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara yang menjadi pemimpin masa aksi dan menyampaikan orasi yang menghasut pengunjuk rasa melakukan tindakan anarkis hingga melukai petugas.

Sebelum ditangkap, ASL sempat kabur dari kediamannya di Desa Bahari Indah, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara ke Medan dan setelah dilakukan penyelidikan petugas berhasil mengamankan ASL, di Jalan Riwayat Desa Marendal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang pada hari Jumat (16/10/2020) sekira pukul 15.00 WIB.

Petugas yang mengamankan tersangka juga menyita barang bukti berupa 1 (Satu) unit handphone android Redmi 5 A warna silver berikut dengan simcard yang melekat.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat dikonfirmasi membenarkan perihal penangkapan tersangka tersebut.

“Saat ini satu tersangka inisial ASL yang menjadi provokator aksi demo yang berujung anarkis sudah kami amankan. Penyelidikan juga terus berlanjut terhadap tersangka yang belum tertangkap,” ujarnya.

Pada unjukrasa di depan gedung DPRD Batubara, Senin (12/10/2020) yang semula berlangsung tertib akhirnya berubah menjadi anarkis. Tak terima dilarang masuk, massa mulai ribut berteriak-teriak dan melemparkan ratusan batu kecil dan besar.

Akibatnya, batu yang dilempar massa ke arah petugas di dalam halaman gedung dewan mengenai kepala Kasat Sabhara Polres Batubara, AKP DP Sinaga hingga menyebabkan darah bercucuran dari kepala hingga membasahi wajah DP Sinaga.

Pascakejadian tersebut, Polres Batubara juga telah menahan 7 tersangka yakni Suh (44), warga Desa Simpang Gambus Kecamatan Limapuluh, Mh. A (20), warga Desa Sipare-pare, Kecamatan Air Putih, Mh. F (23), warga Desa Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus.

Kemudian Mh. S (23), warga Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, AG (40), warga Blok X Desa Pamatang Cengkring, Kecamatan Medang Deras, JS (20) serta BDP (20), warga Kabupaten Simalungun.(rel/B/amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *