Dugaan Pemalsuan Akta Autentik | Wadir Hiburan Malam CBD Polonia Berikan Keterangan

MEDAN (bareskrim.com) | Hendrik, Wakil Direktur hiburan malam di komplek Central Business District (CBD) Polonia, akhirnya memberikan keterangan dalam dugaan pemalsuan akta autentik yang dilaporkan ke Mapolda Sumut, Selasa (24/11/2020) siang.

Hendrik tiba di gedung Ditreskrimum Polda Sumut sekira pukul 13.31 WIB, setelah mangkir dari jadwal pemeriksaan pada Jumat (20/11/2020).

“Jadi, masih sebatas klarifikasi,” terang Kasubdit I Kamneg (Keamanan Negara) Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Jistoni Naibaho melalui aplikasi whats-app, Selasa (24/11/2020) sekira pukul 16.10 WIB.

Sementara, DR.H. Razman Arif Nasution SH, S.Ag, MA, PhD, kuasa hukum pelapor, memberikan apresiasi kepada penyidik dalam penanganan kasus dugaan pemalsuan yang dilaporkan kliennya.

“Pertama, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada penyidik, kanit, kasubdit, Direktur Reskrimum dan Pak Kapolda. Karena kasus ini telah diatensi oleh Pak Kapolda dan saya langsung yang menyampaikan ke Pak Kapolda. Begitu juga dengan kanit dan kasubdit serta apa yang sudah dilakukan oleh penyidik, ini saya hargai dan saya berterima kasih. Artinya hukum ditegakkan,” kata Razman Arif Nasution kepada awak media, Selasa (24/11/2020) malam.

Kedua, dalam proses dan prosedur penyelidikan di kepolisian, penanganan sebuah kasus memang dimulai dari klarifikasi. Dari klarifikasi barulah dilakukan langkah penyelidikan.

“Yang kedua dalam proses dan prosedur penyelidikan di kepolisian sekarang ini memang di mulai dari klarifikasi. Setelah mendapat keterangan klarifikasi barulah nanti penyidik melakukan proses pemanggilan terhadap pelapor dan berikutnya terhadap terlapor setelah itu barulah masuk ke gelar,” terang pengacara kondang ini.

Sebutnya, di gelar nantinya penyidik dapat melakukan secara internal.

“Gelar ini boleh dilakukan secara internal oleh penyidik boleh juga dilakukan sesuai peraturan Kapolri No. 14/2012, terkait dengan prosedur penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan dengan gelar perkara terbuka terbatas atau terbuka juga boleh dilakukan,” jelas Razman.

“Itu proses yang harus di tempuh ngak bisa ujuk…. ujuk…. jadi tersangka,” sambung Razman.

Karena itu, sebut Razman, penyidik sesegera mungkin melanjutkannya ke proses penyelidikn dari hasil klarifikasi.

“Oleh karena itu, maka saya menganggap setelah ini penyidik untuk segera memfollow-up hasil jawaban dari Hendrik ketika diperiksa, dan saya pun sebagai kuasa hukum dari Sugianto dan kawan kawan akan mendatangkan ahli guna diminta pendapatnya agar proses penyelidikan ini kami yakini dapat naik ke tahap penyidikan,” ucap Razman.

Dengan hadirnya Hendrik kemarin ke penyidik, ia menilai sebuah kemajuan yang luar biasa dan mengharapkan penyidik terus bekerja.

“Ini satu kemajuan yang luar biasa, saya minta agar penyidik terus bekerja. Jangan ragu, jangan takut meskipun banyak informasi yang beredar mengatakan Hendrik ini orang kuat, dan kalau ada yang intervensi sampaikan ke saya dan saya akan lawan,” tutur Razman mengakhiri keterangannya.(amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *