HeadlineIndeksKriminalitasMedan

Polsek Patumbak Ungkap Curanmor | Pelaku dan Penadah Ditembak

PATUMBAK (bareskrim.com) | Personel Unit Reskrim Polsek Patumbak menangkap dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan dua penadah dalam pengungkapan yang dilakukan selama sepekan belakangan.

Keempat tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki, karena berusaha melawan saat akan ditangkap. Pengungkapan ini sendiri merupakan tiga kasus yang terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polsek Patumbak dan satu kasus di luar wilkum patumbak.

Adapun dua tersangka curanmor yang diamankan yakni KR (25), warga Jalan Bajak II, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas dan SEH alias Nedi (25), warga Jalan Mariendal 3 depan Gang Tower, Desa Mariendal II, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Sementara dua penadah yang turut diamankan yakni PDP alias Dwi (36), warga Jalan Garu III, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas dan OBA alias Coki (42), warga Jalan Sejati, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Dalam pengungkapan ini, personel mengamankan dua unit sepeda motor masing-masing Lexy BK 5117 AHY dan Scoopy BK 3839 AFE. Kemudian kunci letter T, tali pinggang, baju, sendal dan uang tunai Rp 300.000.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza SIK, MH didampingi Kanit Reskrim, Iptu Philip Antonio Purba SH, MH mengatakan, pelaku KR mencuri sepeda motor yang terparkir di Jalan Garu II, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas.

“Setelah berhasil mencuri, dia kemudian menjual sepeda motor itu kepada PDP alias Dwi senilai Rp 3.000.000. Kemudian PDP alias Dwi kembali menjual sepeda motor itu senilai Rp 4.800.000 kepada Sijo yang masih DPO,” kata Kapolsek saat press release, Senin (21/12/2020).

Sementara itu, kata Kapolsek, pelaku SEH alias Nedi mencuri sepeda motor yang terparkir di Alfamart Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas bersama rekannya R yang masih DPO. Setelah berhasil, mereka menjual sepeda motor tersebut kepada PDP alias Dwi seharga Rp 4 juta.

“Lalu tersangka PDP kembali menjual sepeda motor itu kepada Sijo yang masih DPO senilai Rp 4,5 juta,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek menambahkan, pelaku SEH alias Nedi juga diketahui melakukan pencurian sepeda motor yang terparkir di depan Panglong di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, bersama rekannya RH (DPO). Sepeda motor itu lalu dijualnya kepada PDP alias Dwi seharga Rp 3,8 juta.

“Lalu pelaku PDP alias Dwi kembali menjual sepeda motor tersebut kepada OBA alias Coki seharga Rp 5,3 juta,” urai Kapolsek.

Dia menegaskan, sampai saat ini pihaknya masih memburu empat pelaku lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut. Adapun modus para pelaku yakni merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T saat korban lengah.

“Para tersangka curanmor kita jerat dengan Pasal 363 (1) KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan. Sementara tersangka penadah kita sangkakan dengan Pasal 481 ayat (1) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” sebut Kapolsek.

Salah satu tersangka mengaku sudah empat kali melakukan pencurian sepeda motor. Setiap beraksi dan menjual sepeda motor kepada penadah, uang tersebut kerap dia gunakan untuk bermain judi online dan memakai narkoba.

“Sudah empat kali bang. Uangnya biasa saya gunakan untuk beli narkoba dan judi online,” akunya. (amri/nico/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button