Bawa 2 Kg Sabu Kurir Tewas Ditembak

PATUMBAK (bareskrim.com) |Untuk kesekiankalinya pelaku kejahatan narkotika harus meregang nyawa usai ‘dieksekusi’ petugas kepolisian. Namun begitupun tetap saja pelakunya kerap bermunculan. diduga lantaran ‘pekerjaan’ semacam ini hasilnya terbilang sangat menggiurkan.

Terbukti, kali ini Polsek Patumbak Polrestabes Medan menggagalkan pengiriman 2 Kilogram narkotika jenis sabu dari Jalan Binjai KM 11,5 Kecamatan Medan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Ahad (10/1/2021).

Personel mengamankan lelaki, Eri Edi (47), warga Dusun Kuta Kareung Desa MNS Masjid, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe, Provinsi Aceh, yang akan mengirim narkotika itu kepada seseorang di Kota Medan.

Akan tetapi, setelah diamankan dan diborgol, dia nekat merusak borgol itu dan membahayakan petugas. Sehingga dia diberikan tindakan tegas dan terukur. Lelaki itupun tewas dan dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji membenarkan insiden itu, kepada sejumlah awak media, Selasa 13 Januari 2021.

“Iya, pelaku membahayakan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Padahal tangannya diborgol, tapi dia merusak borgol itu dan membahayakan petugas,” ujar Irsan Sinuhaji, didampingi Wakasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Dolly Nelson Nainggolan, Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fahreza dan Kanitreskrim, Iptu Philip Antonio Purba.

Dipaparkan Irsan Sinuhaji, penangkapan pelaku dilakukan mereka di dalam bus Pelangi BL 7314 AA di jalan lintas Medan – Aceh persisnya di Hinai, Kabupaten Langkat. Setelah personel mendapat informasi pengiriman paket narkotika.

“Lalu bus itu kami berhentikan, dari dalam tasnya tidak ditemukan narkoba itu. Namun dari bawah kursi yang didudukinya kami amankan sabu sabu itu. Setelah kami dapatkan sabu sabu itulah, baru dia diborgol. Tapi karena dia berbuat nekat dan melukaiĀ  anggota kami, makanya dia diberikan tindakan tegas dan terukur,” ungkapnya.

Sampai saat ini, personel Polsek Patumbak masih melakukan pengembangan. Dari siapa narkotika itu dan akan dikirim kemana. Satu unit handphone milik pelaku menjadi jalan untuk mengungkap sindikat lainnya.

“Pelaku menjadi perantara atau kurir jual beli narkotika jenis sabu. Barang bukti yang diamankan dua bungkus teh cina berisi 2 Kg sabu sabu dan satu unit handphone Oppo warna putih. Pelaku dipersangkakan melanggar pasak 114 Ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 undang undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” katanya.(amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *