Ditresnarkoba Poldasu Amankan 5 Kg Sabu di Labusel, Ini Penjelasannya!

MEDAN (bareskrim.com) | Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut membekuk tiga anggota sindikat pengedar narkotika jenis sabu seberat 5 Kilogram di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Dalam kasus pengungkapan peredaran narkoba itu melibat juga seorang wanita yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Ada tiga orang tersangka yang kita tangkap, seorangnya wanita. Keseluruhan barang bukti narkotika yang kita sita sebanyak 5 Kg sabu, mobil dan lainnya,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi, Sabtu kemarin.

Lebih lanjut Hadi menuturkan, awalnya petugas melakukan penangkapan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kotapinang, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan di Desa Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Di tempat kejadian perkara (TKP) pertama, petugas meringkus wanita PNS atas nama LA alias Lydia (36), warga Jalan Tennis, Kelurahan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara, dan KAS alias Udin (37), warga Lingkungan Kampung Jawa, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Kemudian, di TKP ke dua, petugas meringkus P alias Supri (43), warga Jalan Durian Desa Suka Maju, Kelurahan Suka Mulya, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.

“Dari pengungkapan itu disita barang bukti lima bungkus plastik berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 5 Kg, 1 tas ransel hitam, 3 handphone dan 1 unit mobil Honda CR-V hitam BK 160 LI,” ujarnya.

Hadi menuturkan, pengungkapan itu berbekal informasi masyarakat, mulanya petugas menghentikan mobil Honda CR-V hitam BK 160 LI yang dinaiki Lydia dan KAS, lalu melakukan penggeledahan hingga ditemukan 1 tas ransel di dalamnya 5 bungkus plastik teh Cina berisi 5 Kg sabu.

“Kemudian petugas mengejar orang yang diduga sebagai bandar di daerah Desa Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir-Riau dan diamankan tersangka P alias Supri,” sebutnya.

Hadi menambahkan, tersangka P tidak mengaku sebagai bandar sabu, namun mengetahui adanya peredaran sabu di kampung tersebut.

“Sekarang ke tiga tersangka masih diperiksa intensif di Mapolda Sumut untuk pengembangan labih lanjut,” ujarnya.

Disinggung mengenai seorang tersangka berinisial MB yang berhasil kabur setelah diamankan, Hadi pun mengakui peristiwa tersebut.

Menurutnya, tersangka MB berhasil kabur saat berada di dalam hotel untuk dilakukan pengembangan.

“Nah, pelaku yang saat itu bersama petugas di dalam hotel meminta untuk ke kamar kecil. Diduga karena lalai, tersangka kasus narkoba ini pun berhasil melarikan diri,” terangnya.

Hadi menjelaskan, kasus kaburnya tersangka kasus narkoba itu masih dalam penyelidikan dan terus dilakukan pengejaran.

Sementara itu, untuk personel yang lalai saat mengamankan tersangka hingga berhasil melarikan diri sudah menjalani pemeriksaan pihak Propam Polda Sumut.

“Dipastikan personel lalai karena tersangka yang sudah ditangkap dapat melarikan diri. Saat ini kasusnya masih ditangani Propam Poldasu,” pungkasnya.(rel/B/amri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *