Harapan Jemaat Gereja IRC pada Kapolri Baru

MEDAN (bareskrim.com) | Jemaat-jemaat Gereja Indonesia Revival Church (IRC) menaruh harapan besar pada Kapolri yang baru dijabat Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk dapat tegaknya hukum.

Melalui pajangan spanduk bertuliskan “Jemaat Gereja IRC Minta Kapolri Tuntaskan Kasus Perusakan Gereja Kami. Pelaku Masih Berkeliaran dan Kebal Hukum!!!”, puluhan jemaat menyampaikan aspirasinya.

“Kita (jemaat) berharap atensi Bapak Kapolri Jenderal Listyo agar tegaknya hukum di institusi Polri. Agar jemaat Gereja IRC dapat beribadah dengan tenang tanpa ada gangguan dari sekelompok orang tidak bertanggung jawab,” ujar Edward Hutabarat, kepada awak media usai melakukan ibadah di Gereja IRC, Minggu, 31 Januari 2021.

Menurut Edward Hutabarat, insiden perusakan Gereja IRC beberapa waktu lalu, telah meninggalkan rasa trauma yang mendalam bagi jemaat dalam beribadah.

“Perusakan tembok Gereja IRC tidak hanya terjadi sekali ini saja. Bahkan, pernah berulang terjadi pada tahun 2018. Bahkan kasus pelaporannya hingga sekarang belum jelas di kepolisian,” ungkap Edward seraya menambahkan, insiden ini sepertinya terjadi pembiaran.

Harapan besar pada Kapolri Jenderal Listyo untuk memberikan jaminan pada masyarakat beribadah sesuai keyakinannya, juga dicurahkan oleh E Nainggolan, salah seorang jemaat Gereja IRC.

“Kami berharap atensi dan perhatian Bapak Kapolri untuk menanggapi keluhan jemaat dan juga menuntaskan perkara hukum yang seadil-adilnya,” beber E Nainggolan.

Lanjutnya, jemaat Gereja IRC dapat beribadah dengan tenang tanpa harus memikirkan adanya gangguan dari oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Rosta Siburian yang juga jemaat Gereja IRC meminta perhatian khusus Kapolri baru. “Apa yang kami alami sebagai jemaat IRC selalu diganggu kenyamanan untuk beribadah. Kami sangat merindukan ketenangan,” beber Rosta Siburian.

Ironisnya, tambah Rosta Siburian, aduan jemaat Gereja IRC pada aparat penegak hukum tidak berjalan. “Hingga sekarang belum ada hasil dari kepolisian dari pengaduan jemaat Gereja IRC,” ungkapnya.

Melapor ke Propam Polda Sumut

Perwakilan jemaat Gereja Indonesia Revival Church (IRC) melaporkan Kepolisian Sektor (Polsek) Sunggal Polrestabes Medan ke Propam Polda Sumatera Utara (Polda Sumut), 22 Januari 2021.

Diadukannya Polsek Sunggal ke Propam Polda Sumut disebabkan pengaduan jemaat atas perusakan Gereja IRC pada 20 Januari 2021, ditolak.

Pengaduan perwakilan jemaat Gereja IRC diterima Bidang Propam Polda Sumut bernomor STPL/04/I/2021/Propam Polda Sumut, tanggal 22 Januari 2021, dengan tuduhan bahwa Polsek Sunggal tidak mentaati peraturan perundang-perundangan berlaku baik yang berhubungan dengan tugas, kedinasan maupun yang berlaku secara umum jo melakukan hal-hal yang dapat menurunkan kehormatan dan martabat negara, pemerintah, Polri, sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 3 huruf g jo pasal 5 huruf a PP RI No 2/2003.

Kepastian Hukum

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gerakan Muda Badan Kerjasama Antar Gereja (GM BKAG) Indonesia meminta kepastian hukum kepada pihak kepolisian, agar segera memproses laporan pengaduan jemaat tentang pengerusakan tembok Gereja IRC.

“Kita harapkan perhatian dari Kapolri baru Jendral Listyo Prabowo untuk kasus perusakan rumah ibadah yang dialami Gereja IRC. Kejadian tersebut bukan hanya sekali tetapi telah berulang kali,” sebut Ketua Umum DPP GM BKAG Indonesia, Samuel Marpaung.

Sehubungan dengan adanya peristiwa perusakan tembok Gereja IRC oleh segerombolan orang yang tidak bertanggungjawab telah diadukan ke Polrestabes Medan pada 14 Mei 2018, yang sampai saat ini tidak ada tindak lanjut proses hukum sampai ke persidangan.

Mirisnya, pelaku-pelaku perusakan sampai saat ini masih berkeliaran, terkesan kebal hukum. “Kita ketahui Indonesia adalah negara hukum, dimana setiap warga negara dalam melakukan tindakan-tindakan harus berdasarkan ketentuan yang berlaku,” ungkap Samuel.

Menurutnya, jemaat Gereja IRC masih berwarga negara Indonesia. “Mereka patut menerima proses hukum dan kepastian hukum yang baik. Apalagi perusakan tembok gereja itu terjadi pada saat jemaat sedang melakukan ibadah, yang tiba-tiba diusik segerombolan orang datang melakukan perusakan tembok gereja,” bebernya.

Ketua Umum DPP GM BKAG Indonesia berharap pada Kapolri, untuk memberikan perlindungan hukum kepada umat beragama dalam beribadah. (ucup/B)

2 tanggapan untuk “Harapan Jemaat Gereja IRC pada Kapolri Baru

  • 31 Januari 2021 pada 7:31 PM
    Permalink

    Negara hukum rakyatnya juga harus mengedepankan hukum dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum. Jgn main hakim sendiri.

    Balas
  • 31 Januari 2021 pada 7:32 PM
    Permalink

    Negara hukum rakyatnya harus mengedepankan hukum dalam menyelesaikan persoalan-persoalan hukum. Jgn main hakim sendiri.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *