Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Pelesiran Kepala Desa se-Agara Habiskan Rp 9.7 Miliar Dana Desa

KUTACANE (bareskrim.com) | Tersiar kabar bahwa pelisiran Kepala Desa se-Kabupaten (Agara) ke Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghabiskan Rp 9.75 miliar yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD).

Anggaran yang terpakai sangat fantastis, diikuti sebanyak 352 kepala desa, di mana setiap desa menganggarkan Rp 30 juta, untuk kunjungan studi banding pengembangan wisata.

 



“9 miliar lebih itu bukan jumlah uang yang sedikit, menurut saya ini jelas pemborosan anggaran dana desa yang belum tentu bermanfaat untuk masyarakat di Aceh Tenggara,” kata As’ Ari, salah seorang tokoh masyarakat Bukit Tusam, Rabu, 24 Maret 2021, kepada awak media bareskrim.com.

Dilanjutkan As’ Ari, untuk per desa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari 2 orang, yaitu Kepala Desa atau Geuchik dan satu orang Badan Pengawasan Kampung.

 



“Kalau alasan kegiatan ini untuk studi banding tempat wisata dan ingin menerapkannya di Aceh Tenggara, alasan ini semakin tidak masuk akal lagi, dimana setiap tahun capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata Aceh Tenggara selalu tidak mencapai target. Hal ini terlihat dari pemaparan dalam sidang di DPRK saat pembahasan anggaran setiap tahunnya,” jelasnya lagi.

Kegiatan kunjungan tempat wisata ke Kota Lombok oleh sejumlah kepala desa, sebutnya, jelas hanya ‘pelesiran’ para aparatur pemerintah desa dalam rangka menghabiskan dana.

BACA JUGA

Diketahui, adapun rundown yang beredar dalam kunjungan kerja aparatur desa ke Lombok atau Kota Mataram tersebut akan berlangsung selama 4 hari sejak 22-25 Maret 2021.

Dari jadwal tersebut, rombongan akan tiba di Bandara Praya, Lombok sekitar pukul 13.00 WIB, hari Senin, 23 Maret 2021.

 



Sedangkan pihak ketiga sebagai penyelenggara kegiatan, yakni Pusat Pendidikan Keuangan dan Pemerintah Daerah (Pusdik Pemda/PPKPD) yang beralamat di Jakarta.

Terkait kegiatan ini, para mahasiswa juga telah melakukan aksi demo ke Kantor DPRK Aceh Tenggara untuk membatalkan kegiatan ke Lombok, namun hal ini tidak mendapat tanggapan serius baik wakil rakyat maupun, pihak pemerintah daerah. (ijal/B)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button