HeadlineIndeksKriminalitasMedan

Dipukuli Keponakan Sendiri | Edison Sianipar Sekarat dan Babak Belur

MEDAN (bareskrim.com) | Apes benar nasib yang dialami Edison Sianipar (43), warga Jalan Karya Dame Gang Rukun, Kecamatan Medan Barat, Kamis (03/06/2021). Pasalnya, Edison Sianipar dianiaya keponakannya sendiri KAS Cs hingga babak belur di Jalan Danau Singkarak.

Pantauan wartawan di kantor Polsek Medan Baru, Edison terlihat nyaris tak bernafas lagi hingga tergeletak di lantai SPKT Polsek Medan Baru dan tak berapa lama kemudian dirinya menelepon sang istri untuk datang ke kantor Polsek Medan Baru.

“Tolong pak… Bawa saya ke Rumah Sakit, saya sudah tak sanggup lagi,”ucap Edison.

Petugas yang melihat kondisi Edison sudah tergeletak dan nyaris tak bernafas lagi, kemudian membawa Edison yang didampingi sang istri ke RS Elisabeth Medan dengan menggunakan mobil patroli guna diberikan perawatan medis.

Sementara di tempat terpisah, istri korban menyebutkan kejadian berawal pada saat korban Edison Sianipar sedang duduk didepan salah satu klinik. Tak berapa lama kemudian, datang KAS bersama ayahnya HS dan terjadi percekcokan. Tak sampai disitu, korban, Edison Sianipar dipukuli KAS Cs hingga sekarat.

“Korban, suami saya dipukuli oleh KAS Cs setelah sebelumnya terjadi cekcok karena mobil yang dikendarai KAS menabrak suami saya,” kata Melva Sibarani (38), Jumat (04/5/2021).

Lanjut, tambah Melva Sibarani, ia juga mempertanyakan kepada KAS kenapa menabrak korban Edison Sianipar yang sedang duduk dan tidak lain masih saudaranya.

“Saya tanya : kenapa Bapauda mu kau tabrak dan mau diapain bapauda nya (suami saya),” jelas Melva Sibarani.

Usai ditanyain perihal tersebut, tambah Melva Sibarani, tak berapa lama kemudian KAS pun terdiam dan teman-teman KAS mengatakan akan membawa suaminya (korban) ke Polda Sumut.

“Akan kami bawa Edison Sianipar ke Polda Sumut,” ujar rekan-rekan KAS yang ditirukan Melva Sibarani.

Mendengar perkataan seperti itu, terang Melva Sibarani, lalu ia pun mengatakan akan membawa suaminya sendiri ke Polda Sumut jika memang bersalah.

“Saya mengatakan kepada KAS dan ayahnya HS : saya sendiri yang membawa suami saya ke Polda Sumut jika suami saya bersalah. Jumpa di Polda Sumut saja kita,” ujar Melva Sibarani.

Melva Sibarani mengatakan, kejadian berawal pada saat ia mengantarkan suaminya Edison Sianipar ke Jalan Danau Singkarak, untuk berobat. Saat ia pergi untuk berjualan, terang Melva Sibarani, sekitar 15 menit kemudian dirinya ditelepon jika suaminya sekarat.

“Yang menelpon itu polisi dari Polsek Medan Baru tapi pakai hp suami saya dan mengatakan suami saya sekarat dan saya pun langsung bergerak. Tiba di lokasi, saya melihat suami saya sudah sekarat di Polsek Medan Baru dan langsung dilarikan ke RS Elisabeth Medan,” bebernya.

Melva Sibarani menuturkan, ia sudah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polrestabes Medan dengan bukti Surat Tanda Laporan Polisi, No : STTLP/1122/VI/2021/SPKT POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMUT, tertanggal 03 Juni 2021, yang diterima langsung KA SPKT Polrestabes Medan, Iptu W Sembiring.

“Saya berharap kepada Polrestabes Medan agar pelaku penganiayaan suami saya secepatnya ditangkap. Karena ulah KAS Cs dan ayahnya HS, suami saya menjadi seperti sekarang,” ucapnya.

Hingga saat ini, korban, Edison Sianipar masih dirawat di RS Elisabeth Medan. (nico/rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button