Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Jual Beli Jabatan Kepala Sekolah di Agara ‘Menguap’

Tarif Jabatan Berkisar Hingga 20 Juta Rupiah

KUTACANE (bareskrim.com) | Dunia Pendidikan di bumi Aceh Tenggara (Agara) kini tercoreng dengan isu jual-beli jabatan Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat SMA-SMK Negeri oleh oknum Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdis) Agara. Tarif jabatan tersebut disebut-sebut dengan kisaran hingga Rp20 juta.

Lain lagi dengan Kepala Sekolah yang tetap ingin bertahan pada jabatan yang sedang diduduki. Oknum Kacabdis disinyalir meminta ‘suntikan dana segar’sebesar Rp15 juta, bahkan lebih.

Isu ini menjadi perbincangan hangat di daerah Sepakat Segenap. Seharusnya untuk penempatan kepala sekolah harus dilakukan secara transparan sesuai dengan kebutuhan sekolah dan diseleksi secara transparan.

Praktek dugaan pungutan liar (pungli) ini menyorot langsung kepada oknum Kacabdis Pendidikan Cabang Agara yang saat ini dijabat oleh Drs Sarpin MPd. Padahal, oknum Kacabdis pendidikan tersebut baru beberapa bulan ini menjabat dan dia disebut-sebut ikut bermain dalam dugaan pungli ini.

Bahkan, Sarpin dikabarkan juga tak segan-segan mencopot jabatan Kepsek yang tidak berkinerja baik. Disini menjadi tanda tanya kepada Kancandin Agara apakah Sarpin sudah dengan baik memahami UU SISDIKNAS tahun 2003?

Dimana dalam Undang-undang tersebut apabila ada oknum Kepsek yang berbuat salah, maka pihak atasan akan melakukan pembinaaan, teguran SP1 SP2 serta SP 3 baru melakukan tindakan.

Terkait adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum Kacabdis Pendidikan tersebut, Ketua LSM Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Agara, Datuk Raja Mat Dewa memberikan komentat.

Kepada awak media bareskrim.com, Dewa sapaan akrabnya mengatakan, hal ini merupakan tamparan keras bagi dunia pendidikan di Provinsi Aceh.

“Dan sangat wajarlah jika prestasi pendidikan kita semakin terpuruk karena ada dugaan permainan terselubung dalam penempatan Kepsek SMA Negeri maupun SMK, serta sifat arogan yang ditunjukan Kancabdin tersebut. Saya minta kepada Kadis Pendidikan Provinsi Aceh untuk mendalami kasus ini dan bila terbukti maka harus ambil tindakan tegas terhadap oknum Kancabdin dan Kepsek yang diduga diberi perintah bermain dan memperjualbelikan jabatan Kepsek,” ucap Dewa, Senin, 12 Juli 2021.

Karena tidak mungkin ada api kalau tidak ada asap, sebut Dewa. Artinya, tidak mungkin ada isu kalau tidak ada permainan kotor pungli. “Anehnya lagi oknum Kacabdis Pendidikan tersebut baru beberapa bulan dilantik oleh Alhudri selaku Kadis Pendidikan Provinsi Aceh,” jelas Ketua LPK.

Ketua LSM LPK Agara ini berharap Kepala Dinas Pendidikan Aceh, agar menelusuri dengan serius, jika tidak maka dikhawatirkan kondisi pendidikan semakin parah.

“Dan secepatnya Kadis Pendidikan Provinsi Aceh untuk mengevaluasi kinerja Kacabdis Pendidikan Aceh Tenggara. Karena setiap penempatan Kepsek merupakan berkaitan dengan kualitas Pendidikan kita,” tegasnya.

Saat awak media bareskrim.com mengkonfirmasi ke Kacabdis Agara terkait isu jual beli jabatan Kepsek bernilai 15 juta sampai 20 juta rupiah, pada Senin 12 Juli 2021, tidak berada di ruangan kerjanya. Kata petugas Satpam yang berjaga, mengatakan beliau ke luar kota.

Dan ketika dihubungi melalui telepon selulernya, tidak aktif hingga berita ini naik tidak ada jawaban apapun dari Kacabdin Agara. (ijal/B)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button