HeadlineIndeksRegulasiSosial

RS Haji Medan ‘Bagi-bagi’ Duit ke Pegawai? | Ini Penjelasan Managemen

MEDAN (bareskrim.com) | Sejumlah pegawai Rumah Sakit (RS) Haji Medan dibuat kasak kusuk. Tersiar kabar bahwa pihak managemen RS Haji Medan ‘bagi-bagi’ duit tanpa kejelasan sumber dananya.

Sejumlah uang diterima pegawai melalui transferan bank, dengan jumlah bervariasi. Anehnya lagi, informasi yang diperoleh, pembagian uang tersebut diserahkan managemen RS Haji Medan kepada para Kepala Unit atau Instalasi untuk dibagikan kepada para penerimanya. Bukan melalui pihak keuangan RS Haji Medan seperti biasa pegawai terima setiap adanya pencairan insentif atau menerima gaji.

Sontak saja ‘bisik-bisik’ antara pegawai RS Haji Medan terkait uang yang tak jelas sumbernya menjadi pembicaraan. Bahkan, ada sejumlah pegawai non PNS RS Haji Medan mempertanyakan uang tersebut ke pihak managemen.

“Uang apa yang kami diterima ini. Managemen RS tidak menjelaskan dari mana sumber dananya ketika hal ini dipertanyakan,” beber sejumlah pegawai yang tak ingin namanya disebutkan kepada awak media.

Jumlah yang diterima pun bervariasi, mulai dari 500 ribu hingga jutaan rupiah. Berbeda pembagiannya disetiap instalasi atau bagian. Ada juga yang mengaku tidak kebagian uang tersebut. “Aneh kali, yang lain terima tapi ada juga tidak menerima. Kabarnya, pembagian duit itu tergantung sor-soran atau suka tidak suka Kepala Instalasi masing-masing yang membaginya. Kalau dia tak suka dengan orangnya, maka tidak diberikan,” beber sumber.

Menurut sumber, dana insentif yang diterima oleh pegawai seharusnya telah ada diatur dari RKA SKPD (Rencana Kerja dan Anggaran Satu Kerja Perangkat Daerah). “Nah, kami (pegawai) ingin tahu uang apa itu yang dibagikan, apa ada masuk di rincian RKA RS Haji Medan tahun 2021,” sebut sumber.

Para pegawai menuntut ketransparanan managemen RS Haji Medan dalam hal penggunaan anggaran. “Kami bersyukur ada menerima tambahan insentif, tapi harus jelas sumber dananya dan juga pembagiannya sesuai dengan RKA. Tidak berunsur ‘Like dan Dislike’. Ini yang kami ingin tahu dari pihak managemen,” ungkap sumber.

Beredar kabar di lingkungan RS Haji Medan, bahwa uang insentif yang dibagikan pada sejumlah pegawai termasuk juga diterima oleh para managemen RS Haji Medan mulai dari tingkat Direktur, Wakil Direktur, Kabag, Kepala Instalasi/Kasi bersumber dari dana pengklaiman BPJS periode Januari – Maret 2021. Jumlah yang diterima RS Haji Medan kabarnya senilai Rp 2,5 miliar, dana tersebut masih sebagian yang dibayarkan oleh pihak BPJS Cabang Medan.

“Kalau memang bersumber dari BPJS, insentif yang diterima pegawai telah diatur dalam RKA SKPD RS Haji Medan. Besaran nilainya pun telah ditetapkan untuk masing-masing pegawai dan dibayarkan melalui proses keuangan langsung dari pihak RS Haji Medan,” beber sumber.

Jasa Medis

Sementara itu, Ridesman selaku Wadir 3 Bagian Umum dan Keuangan RS Haji Medan yang mewakili managemen RS Haji Medan ketika dikonfirmasi awak media mengatakan, dana itu bersumber dari Jasa Medis (jasmed).

Dana yang diterima pegawai tersebut, sebut mantan Sekretaris Dinkes Provinsi Sumut, merupakan kebijakan pimpinan sebagai reward atau penghargaan kepada tenaga medis dan tenaga administrasi RS Haji Medan yang telah bekerja keras mengabdi.

Dalam hal jasmed terbagi tiga jenis pelayanan, yakni jasa medis, jasa tenaga kesehatan (nakes) dan jasa administrasi managemen. Ketiga pelayanan ini yang berhak mendapatkan insentif.

Untuk besaran insentif yang diterima pegawai, Redisman menambahkan, hal itu sesuai dengan usulan dari masing-masing Kepala Instalasi yang merinci jumlah insentif dan diajukan kepada managemen.

Sejauh ini, menurutnya, pegawai-pegawai yang menerima insentif jasmed merasa senang dan mengucapkan terimakasih kepada managemen RS Haji Medan dalam sebuah group percakapan internal.

Ridesman mengaku, managemen belum ada menerima keluhan dari pegawai terkait dana jasmed tersebut. “Belum ada pegawai yang menyampaikan keluhan secara langsung kepada pihak managemen. Kalau ada yang ingin bertanya silahkan datang,” ucapnya yang dikonfirmasi, Kamis, 22 Juli 2021.

Menurutnya lagi, kondisi RS Haji Medan saat ini sedang berbenah terus sejak kepemimpinan Direktur dr Rehulina yang baru menjabat. Dikepemimpinan Direktur dr Rehulina insentif ini diberikan kepada pegawai sebagai penghargaan.

Terkait pengklaiman BPJS, Redisman mengaku, saat ini proses pengajuan untuk klaim untuk bulan Juni 2021. “Sumber gaji pegawai hingga kini masih berasal dari BPJS,” cetusnya.

Dibayarkan BPJS

Di lain pihak, perwakilan BPJS Cabang Medan yang dikonfirmasi awak media terkait pengklaiman dana BPJS punya RS Haji Medan menjelaskan, semua klaim reguler sampai dengan bulan Mei sudah dibayar.

“Nilai pembayaran untuk tagihan reguler bulan Januari sampai dengan Mei 2021 kurang lebih 11,8 miliar. Terkait proses pembayaran, BPJS kesehatan tetap mengacu kepada ketentuan yang ada, yaitu BPJS Kesehatan membayarkan klaim pelayanan kesehatan dari rumah sakit maksimal 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap,”
kata Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan, Rahman Cahyo dikutip dari pesan elektronik yang diterima awak media melalui staf Humas BPJS Cabang Medan, 21 Juli 2021.

Seperti diketahui, RS Haji Medan merupakan rumah sakit dibawah pengelolaan Pemprov Sumatera Utara (Sumut). Kini RS Haji Medan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). (red/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button