EdukasiHeadlineIndeks

Syamsul Gultom: Mahasiswa Baru Unimed Diharap Kejar Prestasi

MEDAN (bareskrim.com) | Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes mengharapkan semua mahasiswa baru selama kuliah di Unimed mengejar prestasi di tingkat regional, nasional dan internasional.

Sebab, Unimed memiliki wadah dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa dan didorong dan difasilitasi untuk mengejar prestasi tersebut.

Hal itu dikatakan Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom SKM MKes kepada wartawan usai acara PAMB (Mahasiswa Baru Unimed), Kamis, 12 Agustus 2021, di Ruang Sidang A Biro Rektor.

Sebut Syamsul Gultom, untuk mencapai prestasi itu, seluruh mahasiswa baru harus meluruskan niat, mindset dan komitmen untuk sungguh-sungguh, giat belajar dan meninggalkan aktivitas yang tidak mendukung perkuliahan.

“Mahasiswa yang sukses adalah mahasiswa yang mampu mensinergikan segala potensi diri untuk meraih prestasi akademik, pribadi mulia dengan kekuatan akhlak dan budi pekerti yang dapat menjadi modal untuk berkiprah, berkarya dan meniti karir, guna meraih cita-cita dan masa depan yang membanggakan diri dan keluarga,” ucap Syamsul.

Disamping itu, Unimed juga merancang perkuliahan dengan baik dan maksimal, agar seluruh mahasiswa baru ini dalam perkuliahan nanti memiliki prestasi akademik dan non akademik secara baik, sehingga bisa tamat tepat waktu 4 tahun bagi program S1 dan 3 tahun bagi program D3.

“Pada tahun 2020 yang lalu, Unimed meraih prestasi membanggakan di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di UGM Yogyakarta, karena berhasil menduduki peringkat 21 nasional dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” tambah Rektor.

Rektor menambahkan, peminat dan yang diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Negeri Medan tahun ini naik dan meningkat bila dibandingkan tahun 2020.

Untuk peminat mahasiswa baru tahun 2021, ada 56.524 orang yang ingin kuliah di Unimed, namun yang lulus dan diterima melalui tiga jalur ada 7.343 orang, dengan rincian Jalur SNMPTN 1.426 orang, jalur SBMPTN 3.522 orang dan jalur Mandiri 2.395 orang.

Saat ini, Unimed memiliki 80 Program Studi, diantaranya 2 Prodi D3, 51 Prodi S1, 2 Prodi Profesi, 19 Prodi S2 dan 6 Prodi S3. Dari 80 Prodi yang kita miliki, baru 59 % atau 45 Prodi sudah memperoleh akreditasi “A”, 2 prodi akreditasi “Unggul”. Sementara 17 Prodi akreditasi “B”, 2 Prodi akreditasi “Baik Sekali”, 6 Prodi akreditasi “Baik”, selain itu ada 8 Program Studi Baru.

Rektor mengatakan, kegiatan PAMB bertujuan bagi mahasiswa baru adalah memberikan pemahaman tentang sistem pembelajaran di perguruan tinggi, dan materi tentang hal ini akan disampaikan oleh Ketua Senat Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd.

“Selain itu, kita akan memperkenalkan seluruh pimpinan, senat dan fungsionaris di lingkungan Unimed. Kemudian akan dipaparkan juga tugas pokok dan fungsi dari masing-masing Wakil Rektor, dan sistem akademik dan sistem informasi agar setelah para mahasiswa baru ini nanti kuliah sudah ada pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana pola perkuliahan di kampus Unimed,” jelasnya.

Unimed akan mengikuti semua keputusan Mendikbudristek tentang bagaimana sistem perkuliahan semester ganjil 2021/2022.

“Sebab sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, petunjuk dari kementerian tentang sistem perkuliahan di semester ganjil 2020/2021 masih akan kita laksanakan secara full daring. Kecuali jika dalam beberapa bulan kedepan kondisi Covid sudah hilang dan ada intruksi dari kementerian memperboleh perkuliahan tatap muka di kampus, tentu kita akan mengikuti kebijakan pemerintah tersebut. Jadi untuk semester ganjil ini kita masih secara full daring melalui LMS yang sudah kita persiapkan yakni Sistem Pembelajaran Daring yang dikenal SIPDA Unimed,” kata Rektor.

“Saya selaku Rektor sangat berharap agar seluruh mahasiswa baru Unimed tahun 2021 ini, ikutilah seluruh rangkaian kegiatan PAMB ini dari tingkat universitas, fakultas dan program studi, karena akan menerima penjelasan terbaik tentang perkuliahan, sistem akademi, kegiatan kemahasiswaan dan kegiatan lainnya, yang tentu harus ketahui segera oleh mahasiswa baru agar tidak menjadi penghambat perkuliahan nantinya,” cetus Dr Syamsul Gultom. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button