HeadlineIndeksKriminalitasMedan

Ketua Pewarta : Pemilik Usaha Tempat Hiburan Malam Bagaikan Main Kucing-kucingan dengan Petugas

MEDAN (bareskrim.com) | Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Kota Medan, nampaknya masih belum diindahkan sejumlah pelaku usaha, khususnya tempat hiburan malam.

Hal ini diketahui ketika wartawan mendapat informasi dari salah seorang pengunjung yang telah masuk di lokasi tempat hiburan malam tersebut.

“Krypton KTV yang ada di Pasar Pringgan Jalan Iskandar Muda Medan, buka kok Lae..kemaren itu saya baru masuk bersama teman teman saya,”ucap seorang pria berinisial K.Z.

Dirinya menyebutkan, Krypton KTV yang berada di Ramayana Pringgan beroperasi mulai pukul 24.00 WIB hingga matahari terbit. “Kadang jam 12 kadang 1 malam, lihat-lihat situasi,” cetusnya.

Intinya, sambung pria berkulit putih, “Begitu buka, lift dari lantai dasar langsung dipenuhi pengunjung. Suasana lobby lokasi ini pun riuh rendah seperti pasar malam,” ungkapnya.

Selain dari Krypton KTV, terdapat juga Alectra berlokasi di Komplek CBD Polonia Medan, dimana informasi yang diterima bahwa lokasi tersebut baru mengadakan Birthday 5 Bas pada hari Sabtu 11 September 2021.

Kemudian Grand D’Blues KTV, berlokasi di Komplek Megacom Centre Jalan Kapten Muslim Medan tepatnya di depan food courd, dimana pintu utama tempat hiburan malam ini tertutup rapat seolah tidak ada aktivitas.

Selanjutnya Jet Plane KTV berada di Jalan Imam Bonjol tepatnya di Komplek Hotel Danau Toba, Kota Medan. Di Jet Plane ini, para pengunjung bebas keluar masuk dan memesan KTV serta pil ekstasi di diskotik Jet Plane tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestabes Medan, Chairum Lubis,
mengatakan bahwa para pemilik usaha bagaikan main kucing-kucingan dengan petugas kepolisian dan tim Gugus Tugas Covid-19. Saat petugas lengah, mereka buka bahkan hingga pagi hari.

“Informasi ini juga telah disampaikannya kepada jajaran kepolisian dan dari hasil penelusuran kita, mereka buka disaat aparat lengah. Seperti pelanggar lampu merah, kalau tak keliatan ada polisi ada saja yang main terobos,” katanya, Senin (13/9/2021).

Ia berharap ada tindakan tegas kepada pengusaha nakal yang bermain-main dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini.

“Jangan sampai hal ini menimbulkan klaster baru Covid-19. Kita sudah capek-capek menjaganya (agar tidak menyebar), mereka enak saja melanggar,” tegasnya Chairum Lubis. (red/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button