HeadlineIndeksKriminalitas

Lahan Wisata Puncak Laut Tawar Diduga Diserobot | Pemilik Lapor ke Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Pemilik lahan wisata Puncak Laut Tawar, Karya Bhakti Purba melaporkan oknum yang mengatasnamakan PT SPS karena diduga telah menyerobot lahan dan melakukan tindakan arogan mengusir serta mencabut plank di daerah tersebut.

Karya Bhakti melaporkan oknum yang berinisial AM tersebut, Rabu, 6 Oktober 2021, atas peristiwa pelanggaran pidana UU nomor 1 tahun 1946 tentang KUHP pasal 385 yang terjadi pada tanggal 14 September 2021 di Dusun Hapoan Naga Meriah, Kabupaten Simalungun.

Laporan itu bernomor surat STPL/178/X/2021/SPKT/RES SIMALUNGUN/POLDA SUMUT tertanggal 6 Oktober 2021.

“Ya, sudah kita laporkan ke Polres Simalungun oknum yang berinisial AM tersebut,” kata Benson selaku juru bicara pemilik lahan.

Benson menjelaskan, AM yang mengaku perwakilan dari PT SPS datang ke lokasi wisata Laut Tawar dan mengancam akan menutup lokasi tersebut. AM juga disebut dengan arogan mengusir penjaga atau pemilik kantin dari lokasi.

Lokasi Wisata Laut Tawar sendiri sudah dikelolanya atas kepercayaan Karya Bhakti Purba. Namun tiba-tiba AM mengatakan akan menutup lokasi yang sudah terkenal di media sosial itu dan akan membuat tempat wisata baru.

Terkait itu, pihaknya telah melaporkan AM ke polisi untuk ditindaklanjuti secara hukum yang berlaku.

Sebelumnya, penjaga lokasi wisata Laut Tawar bernama Putri Ribu mengaku diusir oleh AM pada 2 Oktober 2021.

Ia mengatakan, pihak yang mengaku dari PT SPS telah bertindak arogan dengan mengusir penjaga kantin di bukit tersebut dan mencabut plank serta mengecatnya.

Putri Ribu yang saat itu berada di lokasi diminta AM perwakilan PT SPS untuk segera mengosongkan tempat jualan mereka.

Putri pun sempat menolak karena sepengetahuannya lokasi wisata tersebut dikelola oleh Benson. “Aku gak ngerti yang gitu-gitu, kami disini disuruh Benson menjaga,” katanya.

Mendengar itu, AM pun menyuruh Putri menelepon Benson dan datang ke lokasi serta menunjukkan bukti kepemilikan tanah jika benar ia pemilik tanah di lokasi tersebut. “Kalau dia merasa ini punya dia biar datang dia sekarang,” katanya.

Putri pun menanyakan kembali maksud AM datang dan mencopot plank di lokasi itu. AM mengatakan, pihaknya akan menutup dan segera membongkar lokasi tersebut sehingga ia meminta Putri segera angkat kaki dari situ.

“Kalau ngak ngerti kau ya udah angkat kaki kau sekarang dari sini. Siapa yang suruh kalian buka disini. Kalau si Benson, mana, Bensonnya suruh datang kesini. Siapa yang suruh kamu jaga disini, sudah kubilang kukasi waktu 3 hari angkat barang-barang kalian dari sini, ini mau didozer besok. Ngapai kalian buka wisata di tanah orang, di tanah kalian lah kalian bikin,” ucapkan menirukan perkataan AM. 

Intinya Kanit Reskrim Polres Simalungun sudah datang ke lokasi membawa BPN berdasarkan pengaduan PT SPS. “Kami bisa menunjukkan legalitas Sertifikat Hak Milik dan pembuktian dari warga Desa Hoppoan bahwa tanah itu dijual ke Karya Bhakti Purba,” ujar Marjan Girsang. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button