HeadlineIndeksKriminalitas

Penjaga Kantin Ikut Jadi Korban Arogansi Oknum Penyerobot Puncak Laut Tawar

SIMALINGUN (bareskrim.com) | Tindakan oknum berinisial AM dan rekan-rekannya di lahan wisata Puncak Laut Tawar semakin menjadi. Setelah dilaporkan ke polisi oleh pihak pemilik lahan terkait dugaan perusakan dan penyerobotan lokasi tersebut.

Kini, arogansi AM cs kembali dilaporkan ke polisi, setelah melakukan tindakan pelecehan dan penganiayaan pada seorang wanita.

Vetty Nopersia Br Bangun, seorang wanita penjaga kantin di lokasi wisata Puncak Laut Tawar ikut menjadi korban tindakan ‘bar-bar’ AM cs. Akibatnya, wanita bernama Vetty Nopersia Br Bangun itu melaporkan AM Cs ke Polsek Saribudolok. Pengaduan Vetty tertuang dalam nomor LP/28/X/2021/Simal.Dolok.

Vetty menjelaskan, kejadiannya terjadi pada Jumat, 1 Oktober 2021, pulangnya beberapa pekerja di Puncak Laut Tawar yang diduga ‘diongkosi’ untuk pulang Kampung oleh oknum AM.

Namun, Vetty tetap dalam pendiriannya tidak mau pulang. Setelah didesak AM, selain omongan kasar, tindakan pelecehan pun didapatnya. AM memukulinya beberapa kali disaksikan rekan Vetty yakni JRT dan KS.

Setelah kejadian, beberapa hari Vetty masih berada dalam tenda menunggu jemputan dari rekannya. Kemudian, AM tetap menterornya dengan menyuruhnya segera angkat kaki dari lokasi.

Padahal sebelumnya, kata Vetty, selama ini AM diperlakukan sebagai pelanggan kantin biasa, namun hari itu tiba-tiba AM menjadi kasar, memang AM terlihat membawa tuak (sejenis minuman keras) satu jeregen.

Vetty mengatakan, kekerasan yang dialaminya menyebabkan luka hingga akhirnya pada hari ini, Senin, 11 Oktober 2021, ia menyambangi Puskesmas untuk periksa kesehatan dan kemudian mengadukan perbuatan AM ke Polsek Saribudolok.

Selanjutnya, petugas Polsek mendampingi untuk visum di Puskesmas Tiga Raja, selanjutnya mengadakan olah TKP di Puncak Laut Tawar.

Begitupun, di lokasi AM Cs tetap bekerja mendozer lahan milik Karya Bhakti Purba, juga ikut mendozer lahan milik Avensius Girsang penduduk asli Huta Hoppoan. 

Pemberitaan ini masih terus ditindaklanjuti dengan mencari keterangan informasi dari oknum AM perwakilan PT SPS. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button