Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Jual Beli Jabatan Kepsek Menguap di Agara | Kadisdik Membantah

KUTACANE (bareskrim.com) | Rumor jual beli jabatan Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di bawah naungan jajaran Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara ‘menguap’ menjadi perbincangan hangat di bumi Sepakat Segenep.

Kendati sempat redup isu, namun ‘bau’ tersebut tercium lagi di lingkungan Dinas Pendidikan dibawah pimpinan Drs Alhudri.

Salah seorang tokoh pendidikan di Agara, Anhar mengakui mendengar kabar tak sedap itu di lingkungan Dinas Pendidikan, hingga dimintai komentarnya oleh awak media, Rabu, 3 November 2021.

“Isu yang saya kira hanya isapan jempol kemungkinan bisa jadi benar adanya, seperti yang dialami saudara saya. Salah satu guru di SMAN 1 Kutacane, namanya sudah diusulkan menjadi salah satu Kepala Sekolah (Kepsek) pada masa Kapala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tenggara sebelum Pak Sarpin. Namun dalam beberapa bulan terakhir nama tersebut dicoret karena tidak ada ‘setoran’ kepada Kepala Dinas Pendidikan Cabang Aceh Tenggara,” beber Anhar kepada awak media bareskrim.com.

Anhar menjelaskan, komentarnya ini bisa dipertanggungjawabkan jikalau pihak Dinas Pendidikan memanggilnya. “Saya akan membawa saudara saya yang sudah dicoret dari usulan disebabkan tidak membayar upeti kepada oknum Dinas Pendidikan,” bebernya.

Semestinya, menurut Anhar yang juga seorang guru, Kadisdik fokus dalam memperbaiki mutu pendidikan di bumi Sepakat Segenep, bukan melakukan penyalahgunaan jabatannya. “Saya meminta kepada pihak terkait agar segera mengevaluasi jabatan Kancabdin Agara tersebut,” mintanya.

Kalaupun dievaluasi, sebutnya, jangan seperti beliau disidang beberapa bulan lalu yanh hanya formalitas dalam persidangan, namun hasilnya tidak ada sama sekali untuk memberikan efek jera.

Bagi Kepala Sekolah yang masih berkeinginan menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah, dikabarkan agar menyediakan uang sebesar Rp 15 juta, sedangkan untuk jabatan promosi dan rotasi, jumlah biaya uang ‘pelicin’ yang diminta oknum tertentu tersebut bervariasi, mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 50 juta, tergantung besarnya sekolah yang diminati.

Sementara itu, Drs Sarpin selaku Kadisdik Cabanh Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), ketika dikonfirmasi awak media bareskrim.com terkait isu jabatan tersebut membantah.

“Tidak benar isu bahwa saya meminta kepada Kepala Sekolah untuk menyetor uang baik itu rotasi atau promosi jabatan. Lihat saja sampai sekarang tidak ada dilakukan rotasi atau mutasi Kepala Sekolah mengenai masalah isu pengutipan terhadap Kepala Sekolah yang akan dirotasi atau dipromosikan dari guru menjadi Kepala Sekolah. Informasi itu tidak benar hingga saat ini saya selaku Kadis tidak pernah meminta-minta sama siapapun,” sebut Sarpin. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button