Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Kejari Agara: Oknum PNS dan Kontraktor Terlibat Korupsi Pengadaan Bibit Jagung

KUTACANE (bareskrim.com) | Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan seorang kontraktor di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) tersandung kasus tindak pidana korupsi.

Kasus korupsi PNS tersebut kini ditangani Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara. Para tersangka Korupsi Pengadaan Bibit Jagung Tahun Anggaran 2020 setelah diperiksa berjam-jam resmi ditahan pada Kamis, 18 November 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara, Syaifullah mengatakan, kedua tersangka ditahan berstatus PNS inisial SP selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Kontraktor Pelaksana KP.

“Mereka ditahan hingga 20 hari kedepan atau terhitung sejak 18 November hingga 8 Desember mendatang sebagai tahanan penyidik,” sebut Kajari Syaifulllah yang didampingi oleh Kasi Pidsus Dedet Darmadi, dalam konferensi pers.

Kasus ini sendiri mulai tahun 2020 silam, dimana Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tenggara menganggarkan Rp 2,8 miliar Dana Otonomi Khusus Kabupaten (DOKA) untuk pengadaan bibit jagung NK 017.

Dalam pelaksanaan terjadi mark-up atau penggelebungan harga. Hingga negara dirugikan sebesar Rp 921.366.795 juta. Hal ini berdasarkan perhitungan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI perwakilan Aceh nomor SR -2580/PW01/5/2021 pada 5 November 2020.

TONTONAN ANDA



Keduanya disangkakan melanggar
Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) Huruf b UU nomor 13 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU nomor 20 tahun 2001 tenang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP pidana.

Syaifullah menambahkan, kendati pihaknya hanya menahan dua tersangka, namun berdasarkan penyelidikan kasus ini sendiri juga ikut menjerat dua pelaku lain, yaitu mantan Kepala Dinas Pertanian AB, selaku Pengguna Anggaran ( PA) begitu juga KN selaku Kabid Perkebunan saat itu.

“AB yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian tidak kita tahan dalam kasus bibit jagung karena dirinya telah ditahan dalam perkara yang lain yang sedang ditangani oleh Pihak Polda Aceh,” beber Kajari.

“KN juga sudah tiga kali dipanggil Kejaksaan, namun hingga kini belum juga datang dalam waktu dekat ini akan kita hadirkan untuk proses hukum,” terangnya.

Kejaksaan juga menyita Rp 50 juta dari tangan rekanan PT. Fatara Juliando Putra. Sebelum kedua tersangka ditahan, mereka juga diperiksa kesehatannya oleh tim dokter.

Diketahui, pengadaan benih jagung NK017 dengan volume pekerjaan sebesar 29,400 Kg atau 1470 kotak diperuntukan kepada 70 kelompok tani di 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tenggara. (ijal/B)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button