HeadlineIndeksMedan

Polda Sumut Bongkar Sindikat Penyalur PMI

MEDAN (bareskrim.com) | Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Polres Batubara membongkar sindikat penyalur pekerja migran ilegal (PMI) ke Malaysia melalui pelabuhan kecil (tikus) di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut).

Terkait kasus ini delapan pelaku sindikat tindak pidana perdagangan orang ditangkap dari berbagai lokasi persembunyian.

Mereka adalah, IG alias Ilham, RA alias Riki, R, IA alias Abdi, SB alias Samsul, DSA alias Dedi, MP dan SB. Sementara ada empat pelaku lainnya yaitu, C alias L, S, AR dan AH masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak kepolisian.

Direktur Ditreskrimum Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja didampingi Kabid Humas Kombes Pol Hadi Wahyudi, Kamis (13/1/2022) mengatakan mereka ditangkap usai salah satu kapal yang membawa PMI tenggelam dan menewaskan belasan orang.

Berdasarkan Laporan Polisi LP/A/ 746 / XII / 2021 / SPKT/ Res Batu Bara/ Polda Sumut tanggal 27 Desember 2021 Polda Sumut beserta Polres Batubara berhasil meringkus para pelaku kejahatan tersebut dengan tempat kejadian di Dusun IV Pahang Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara pada tanggal 23/12/2021 di Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara juga sekitar pukul 02.30 WIB di Pantai Datuk Desa Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara.

Dijelaskan Tatan, bahwa modus operandi tersangka Ilham dan Riki selaku koordinator memberangkatkan PMI sebanyak 124 orang secara ilegal ke negara Malaysia melalui pantai Datuk dengan menggunakan kapal. Kemudian para PMI dipungut biaya yang tidak ditentukan.

“Dimana PMI berasal dari Madura dipungut biaya sebesar Rp10.000.000 oleh AR selaku agen wilayah Sumatera Utara dipungut biaya sebesar Rp2.200.000,” sebutnya.

Atas perbuatannya, imbuh Tatan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) subs pasal 10 subs pasal 12 dari UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang dan atau pasal 81 Jo pasal 69 subs pasal 83 Jo pada 68 UU No. 18 tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia Jo pasal 55 dan pasal 56 KHUPidana.

Adapun barang bukti yang disita pihak kepolisian berupa 1 unit kapal kayu (biru) dengan panjang sekira 14,5 M dan lebar 3,8 M, 1 unit kapal kayu (coklat) dengan panjang 16,5M dan lebar 3,8M, 1 unit mobil Avanza (silver) dengan nopol BK 1298 KQ, 1 lembar STNK, 1 unit handphone milik Roni, 1 buat kartu ATM Bank BRI milik Roni. Kemudian 1 unit handphone milik Dedi.1 handphone unit milik SA, buku tabungan milik Jamila dan dua lembar tikar serta buku notes.(r/B/amri)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button