Aceh TerkiniHeadlineIndeks

Polisi Diminta Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Satpol PP-WH Agara pada Pasangan ‘Mesum’

Polisi Diminta Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Satpol PP-WH Agara pada Pasangan ‘Mesum’ — KUTACANE (bareskrim.com) | Bupati Lumbung Informasi Rakyat Aceh Tenggara (LIRA Agara) melalui Sekda LIRA, Eka Prasetyo Lubis angkat bicara terkait masalah dugaan pemerasan kasus penangkapan pasangan non muhrim (bukan suami istri) oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) Aceh Tenggara, 3 Maret 2022, di salah satu penginapan objek wisata di wilayah Kecamatan Ketambe.



“Ironisnya, kabar yang beredar oknum Satpol PP diduga meminta uang sebesar 30 juta rupiah kepada pelaku mesum yang terjaring razia untuk bisa bebas dari segala bentuk hukum yang belaku,” sebut Sekda LIRA kepada awak media bareskrim.com, Jumat, 13 Mei 2022.

Terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oknum Satpol PP-WH Aceh Tenggara pada tahun 2019 lalu di Wisma Jambu Alas Kecamatan Babussalam pernah menguap ke publik, dimana dugaan pemerasan dengan modus yang sama yaitu pengiriman uang ke rekening kepada oknum dengan cara pengiriman pertama sebesar Rp 10 juta dan pengiriman kedua sebesar Rp 14 juta dari rekening yang sama kepada rekening yang sama atas nama oknum yang sama.

Di tempat terpisah Bupati LIRA Agara M Saleh Selian mengatakan, untuk menghindari fitnah yang dituduhkan pada oknum Satpol PP Aceh Tenggara, Saleh Selian mendesak Polres Agara untuk menindaklanjuti dugaan peristiwa pemerasan ini.

“Oknum Satpol PP tersebut diduga melakukan pemerasan pada saat melaksanakan kewenangan ataupun tugasnya tentu hal ini menurut kami adalah ranah korupsi. Artinya Bapak Kapolres memberi tugas kepada unit Tipidkor Polres Agara untuk mendalaminya,” ujar Saleh Selian.

Hal ini sangat simple untuk mendalaminya. “Dari rekening siapa, kepada rekening siapa, untuk keperluan apa, siapa yang mengetahui peristiwa pemerasan tentu agar permasalahan ini tidak menjadi bola liar di publik sehingga hanya kesan fitnah semata. itu harapan kami,” ucap Saleh Selian.

Kembali Saleh Selian berpendapat, orang yang terbukti melakukan pemerasan menggunakan jabatan dan wewenang dan berkenaan dengan yang diurusnya walaupun tidak ada timbul kerugian negara adalah diduga perbuatan korupsi.

“Maka hal ini saya rasa layak untuk segera ditindaklanjuti oleh aparat saber pungli tentu agar ini tidak menjadi fitnah,” sebut Bupati LIRA.

Terkait penangkapan pada 3 Maret 2022, yang dilakukan oleh Satpol PP-WH di salah satu penginapan di Kecamatan Ketambe kepada dua pasang yang diduga bukan suami istri dan oknum Satpol PP-WH diduga meminta uang 30 juta kepada pelaku mesum saat awak media bareskrim.com konfirmasi kepada Kasatpol PP-WH mempertanyakan hal ini melalui SMS Whatsap dan telpon seluler sampai berita ini ditayangkan belum ada balasan dari Kasatpol PP-WH, Rahmad Fadli. (ijal/B)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close