HeadlineIndeksKriminalitasMedan

Viral Video Warga Binaan Pesta Miras | Kalapas : Ini Akan Jadi Pembelajaran Buat Kami

LANGKAT (bareskrim.com) | Beredarnya video warga binaan yang sedang pesta minuman keras (miras) didalam Lapas langsung diatensi Kalapas Narkotika Langkat, Alexander Lisman Putra.

Menurut keterangan Alex kepada wartawan saat di konfirmasi melalui WhatsApp, Sabtu (21/5/2022) mengatakan, terkait beredarnya video warga binaan sedang pesta miras di dalam Lapas tersebut diketahui setelah saya mendapat laporan dari anggota yang dikirim melalui laman Facebook Kanwil Kemenkumham Sumut, pada Jumat (20/5/2022), sekira pukul 22.00 WIB.

Video yang dikirim oleh pemilik akun Dewita Sari itu langsung saya tindak lanjuti dan mengecek kebenaran info tersebut.

“Setelah saya cek, ternyata laporan itu benar. Sekira Pukul 22.15 WIB, saya perintahkan jajaran Kamtib dan KPLP guna memastikan kebenaran video, berikut warga binaan yang dimaksud,” ujar Alex.

Lanjut Alex, sekira Pukul: 22.45 WIB, jajaran Kamtib dan KPLP melaporkan kepada saya, bahwa warga binaan yang ada di akun Facebook Dewita Sari tersebut ternyata benar warga binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika Langkat atas nama Yan Syahputra.

“Selanjutnya, saya langsung perintahkan jajaran Kamtib dan KPLP untuk membuat ‘Surat Perintah’ pemeriksaan terhadap Yan Syahputra,” tegas Kalapas.

Dari hasil pemeriksaan, Yan Syahputra mengakui bahwa dirinyalah yang membuat video tersebut.

“Menurut pengakuan Yan Syahputra, video itu dibuat hanya sebagai kenang-kenangan setelah bebas, dan tidak ada maksud lain,” terang Alex kepada wartawan.

Saat ditanyakan, kapan dan dimana video itu diambil, dan apakah sebelumnya Yan Syahputra mengenal Dewita Sari ?

“Keterangan Yan Syahputra saat kita lakukan pemeriksaan, video itu diambil dikamar Abdul Manaf di blok T5 kamar 7 sekitar bulan Juni 2019 pasca kerusuhan Lapas. Dan Yan Syahputra sama sekali tidak mengenal Dewita Sari,” sebut Alex.

Yang membuat kita terkejut, pada saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata pada tahun baru 2020 ponsel Yan Syahputra hilang di lemari, dan sampai saat ini tidak tahu siapa yang mengambilnya dan menggunakan FB (Vivo Foil).

“Sejak ponselnya hilang, Yan Syahputra tidak pernah lagi menggunakan akun Facebooknya,” ungkap mantan Kalapas Labuhan Deli tersebut.

Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan kepada warga binaan tersebut.

“Sanksi tegas pasti kita berikan sesuai dengan standard operasional prosedur (SOP),” tegas orang nomor satu diĀ  Lapas Narkotika Langkat itu.

Diakhir konfirmasi, awak media ini juga mempertanyakan, sebenarnya apa yang melatar belakangi Yan Syahputra nekat mengambil video tersebut.

“Video itu diambil usai kerusuhan Lapas pada 16 Mei 2019 silam. Yang mana situasi keamanan saat itu masih belum stabil. Jadi mereka (warga binaan) bisa dibilang memanfaatkan kesempatan. Pun demikian, sebagai Kalapas itu sudah menjadi tanggung jawab saya,” tutur Alex dengan santun.

Dengan kejadian ini, tentunya kedepannya kami akan lebih meningkatkan pengawasan terhadap warga binaan, serta akan menjadi pembelajaran buat kami.

Ditambahkannya, kondisi Lapas Narkotika Langkat yang over kapasitas dengan jumlah pegawai yang sangat minim. Namun kita tetap bekerja sesuai aturan dan semangat kerja yang tinggi.

“Jumlah Napi di Lapas Narkotika ini ada 2000 lebih, sedangkan jumlah petugas jaga satu regu hanya 14 orang, yang terdiri dari tiga regu. Nah mereka bertugas selama 12 jam non-stop,” pungkasnya.

Oleh karena itu, dalam menjalankan tugasnya anggota selalu saya tekankan agar punya kesadaran memiliki keterlibatan (sense of belonging).

“Prinsip itu sangat penting dipedomani anggota dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sumut,” jelasnya. (red/B)

Pengirim : Sopar Panjaitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button