HeadlineIndeksKriminalitas

Polda Sumut Bekuk Pelaku Curas Lintas Provinsi

Polda Sumut Bekuk Pelaku Curas Lintas Provinsi — MEDAN (bareskrim.com) | Tim gabungan Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Polres Tapsel serta Polres Taput berhasil mengungkap kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Nurhaida Br Simanjuntak (62).

Hasilnya kedua pelaku berinisial BST warga Padangbolak dan AP warga Padang, Sumbar ditangkap dari tempat persembunyiannya, pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, pengungkapan ini bermula dari penemuan jenazah korban di jalan lintas Aek Latong Lama – Padangsidempuan Desa Marsada Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu, 24 Juli 2022 lalu.

“Dari temuan itu, tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkapnya memberikan keterangan saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Jumat, 5 Agustus 2022.

Lebih lanjut Hadi menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian, keluarga dan CCTV di sepanjang jalan dari Tapanuli Utara (Taput) hingga Kota Padang Sumbar, selama sembilan hari kedua pelaku akhirnya dapat ditangkap.

Setelah proses penangkapan, kedua pelaku diketahui sebagai residivis yang sudah kerap kali melakukan aksi kejahatan serupa.

“Modusnya adalah melakukan tipu daya, meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik dengan korban. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj menerangkan, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Taput itu baru pulang dari acara pesta di tempat kerabatnya, Sabtu, 23 Juli 2022. Setelah itu oleh suami, korban pun diantar ke pasar.

“Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga oleh keluarga dilaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan,” terangnya.

Atas temuan ini, sambung Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Taput. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihaknya akhirnya dapat mengungkap alamat pelaku.

“Korban meninggal dunia setelah dibekap menggunakan jaket karena korban meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku,” ujarnya.

Roman menambahkan, usai membuang jenazah korban, kedua pelaku lalu menjual kalung korban kepada seorang penadah berinisial I di Kota Padang. Dari hasil penjualan itu, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.

“Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya. (r/B/amry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button