HeadlineIndeksKriminalitasMedan

Selain Sediakan Obat Terlarang | Grand Station Diduga Sediakan Wanita Penghibur dengan Tarif Rp 600

MEDAN (bareskrim.com) | Selain dipakai untuk dijadikan tempat karaoke, Grand Station diduga dijadikan tempat peredaran obat terlarang dan praktik prostitusi.

Berdasarkan hasil investigasi wartawan di lokasi, Grand Station diduga kuat menyediakan praktik protitusi dengan menyajikan wanita penghibur (anak ayam / bahas anak muda).

“Kalau disini untuk menemani joget joget aja Rp 600. Tapi untuk ST (Shoort Time) Rp 2 Juta, bang,”ucap salah seorang wanita berinisial X kepada wartawan saat berada di lokasi.

Selain menyediakan wanita penghibur, Grand Station juga diduga kuat menyediakan obat terlarang dengan harga Rp 300 ribu yang dimana barang haram tersebut bisa dibeli melalui petugas waiters atau teknisi / operator.

“Ada beragam merek Pil Ekstasi yang dijual mulai dari merek Gucci , Botol, LV, sama Minion. Kalau untuk harganya Rp 300 ribu,”ucap salah seorang waiters kepada tim wartawan yang saat itu sedang melakukan investigasi.

Menanggapi hal itu wartawan pun mengurungkan untuk tidak membeli dan beralasan lagi menunggu kolega (rekan) datang.

“Nanti sajalah bang, tunggu rekan rekan saya datang,”ucap wartawan kepada waiters sambil mengalihkan untuk memesan minuman bear dan buah buahan.

Sementara ditempat terpisah salah satu kolega mengaku pengunjung yang hendak membeli obat terlarang tersebut dapat dipesan dari petugas teknisi / operator berinisial I atau P.

“Biasanya kalau pengunjung yang pesan sama petugas teknisi / operator berinisial I atau P,” ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih mencoba melakukan konfirmasi kepada instansi berwajib pasca diduganya marak peredaran narkoba di lokasi tempat hiburan malam tersebut.

(bersambung…)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close