Headline

LIRA Minta Polda Aceh Cek Pemasok BBM ke Proyek Excavator | Terbukti Pakai Solar Subsidi Tangkap!

LIRA Minta Polda Aceh Cek Pemasok BBM ke Proyek Excavator | Terbukti Pakai Solar Subsidi Tangkap! — KUTACANE (bareskrim.com) | Maraknya aksi penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Aceh Tenggara harus menjadi atensi Polda Aceh untuk memberantasnya sekaligus menangkap pelakunya.

Apalagi menjelang akhir tahun cukup banyak proyek yang menggunakan excavator atau beko mengkonsumsi solar bersubsidi dengan membeli pakai jerigen.

Ulah itu telah merugikan negara karena tak memakai BBM industri yang telah ditetapkan pemerintah. Jadi, aktivitas proyek pembangunan jembatan dan normalisasi yang kini di Aceh Tenggara harus ditelusuri sumber BBM, jangan-jangan mereka cicipi BBM bersubsidi. Ini yang menjadi tugas aparat kepolisian khususnya Polda Aceh untuk mengungkapnya.

Demikian diutarakan Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Aceh Tenggara, M Saleh Selian kepada pada awak media bareskrim.com, Kamis, 29 September 2022.

Menurut Selian, aktivitas dugaan BBM bersubsidi dikonsumsi ada pada aktivitas proyek pembangunan Jembatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara. Khususnya di Semadam ada terlihat dua unit alat berat Excavator yang sedang mengerjakan proyek Jembatan Lawe Beringin Gayo diduga menggunakan BBM solar subsidi.

Sedangkan proyek normalisasi di Buah Pala, Lawe Sumur atau Sungai Lawe Kinga juga aktivitas alat berat juga terlihat aktifitas pekerjaan serta juga ditelusuri di AMP-AMP sumber BBM-nya. Jangan-jangan kecepretan BBM bersubsidi.

Seperti di Desa Beringin Gayo excavator yang sedang melakukan pekerjaan pembangunan jembatan diketahui dari papan informasi yang terpampang, proyek yang penyedia jasa CV. Harapan baru, Konsultan Supervisi PT. Lavita inti KSO PT Multi PHI Beta dengan anggaran Rp 6.734.366.400, waktu pelaksanaan seratus enam puluh enam hari kalender bersumber dana APBN murni TA 2022.

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) nomor 191 tahun 2014‎, pengguna BBM tertentu termasuk solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum, jadi walaupun sewa ataupun dimiliki industri langsung, tetap saja kendaraan industri khususnya di atas roda 6, tidak berhak menggunakan Solar bersubsidi, alat berat Excavator/Beko.

Penyalahgunaan BBM bersubsidi melanggar Pasal 55 jo Pasal 56 Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pada ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 60 miliar.

“Saya selaku Bupati LIRA Aceh Tenggara meminta kepada Polda Aceh untuk menangkap oknum – oknum yang sudah suplai minyak solar subsidi ke excavator (beco) yang sedang melakukan pekerjaan proyek di Agara, kita duga semuanya menggunakan minyak solar subsidi,” ucapnya.

Kembali Saleh Selian memohon kepada Polda Aceh menindaklanjuti dugaan ini. “Praktek ini sudah menjadi rahasia umum, kendati demikian untuk segera menindaklanjutinya untuk segera turun ke Aceh Tenggara untuk menertibkan serta memproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya. (ijal/B)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button
Close
Close