IndeksKriminalitas

Massa Demo Lagi di Mapoldasu | “Tangkap Rina Marni & J Sihombing”

MEDAN (bareskrim.com) | Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu kembali melakukan aksi demo di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja, KM 10,5 Medan, Senin (7/11/2022).

Massa mengaku agak kecewa dengan sikap Polda Sumut yang tidak merespon aspirasi mereka. Karena mafia tanah berkedok kelompok tani masih berkeliaran di PTPN III, Kebun Bangun Siantar, Kelurahan Basorna, Kecamatan Sitalasari, Kota Pematangsiantar.

Apalagi, mafia tanah bernama Jonar Sihombing bersama rekannya, diantaranya Rina Marni, Paaro Ndraha telah ditetapkan sebagai tersangka di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, sesuai dengan nomor B/2469/IX/2022 tertanggal 27 September 2022.

Selain itu, tindakan Jonar Sihombing juga sudah semena-mena. Dari melakukan intimidasi kepada masyarakat yang ingin menyelesaikan permasalah dengan PTPN III Kebun Bangun. Jonar bahkan diduga kebal hukum dengan tidak ditangkapnya mereka.

“Tidak ada seorang pun yang kebal hukum di Negara Republik Indonesia. Tindakan Jonar Sihombing sudah nyata meresahkan masyarakat Basorna Siantar dan sudah sangat merugikan negara. Mengingat tanah 90 hektar akan dibangun jalan tol dan kelapa sawit. Tapi kelapa sawit itu ditebang oleh mereka,” kata Endro Hutahaean, selaku koordinator lapangan dari Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu.

Massa melakukan aksi untuk mendukung pemerintah daerah setempat agar melindungi investasi dalam negeri yang dilakukan oleh PTPN III di Kebun Bangun Siantar. Karena, lahan yang diolah oleh mafia tanah di sana merupakan Hak Guna Usaha (HGU) aktif nomor 1 yang berakhir sampai tahun 2029.

“”Agar Bapak Kapolda Sumatera Utara melakukan dukungan sepenuhnya kepada Forkompimko Siantar dan PTPN III Kebun Bangun Siantar demi kenyamanan investasi dalam negeri sesuai dengan amanat Bapak Presiden Republik Indonesia dan Bapak Kapolri. Jangan karena adanya mafia tanah, pembangunan tol dan investasi dalam negeri jadi terganggu,” tambahnya.

Kemudian, massa juga meminta agar Kapolda Sumatera Utara menangkap Jonar Sihombing dan Rina Marni, Paaro Ndraha yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tangkap mafia tanah yang seolah-olah kebal hukum dan meresahkan masyarakat Basorna Siantar karena tindakannya sudah melewati batas. Meresahkan dan mengganggu investasi negara,” terangnya.

Terpisah, Kompol Rudy Chandra, perwakilan dari Polda Sumatera Utara mengaku akan menindaklanjuti segala aspirasi dari masyarakat yang melakukan unjuk rasa dengan damai.

“Terima kasih saya ucapkan kepada teman teman mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan damai, informasi dari teman teman mahasiswa akan saya sampaikan kepada pimpinan. Kemudian, informasi ini juga akan kami sampaikan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara. Nanti tim dari mereka akan menindaklanjutinya,” terangnya.

Usai mendapat penjelasan dari sang perwira tersebut, selanjutnya massa aliansi mahasiswa dan masyarakat bersatu meninggalkan Mapolda Sumut.(r/B/amr)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button